Pria di Tangerang Sekap dan Perkosa Gadis 16 Tahun

Ilustrasi korban perkosaan.
Ilustrasi korban perkosaan.
Sumber :
  • U-Report

VIVA Kriminal - Pria warga Desa Kemuning, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, FM (20), ditangkap Polsek Kresek, Polresta Tangerang, usai melakukan pemerkosaan terhadap gadis berusia 16 tahun.

Perbuatan Dilakukan di Kediaman Pelaku

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Raden Romdhon Natakusuma, mengatakan korban Mawar (nama samaran) mendapat tindakan keji dari pelaku di kediaman pelaku kawasan Kresek, Kabupaten Tangerang.

Ilustrasi kasus perkosaan

Ilustrasi kasus perkosaan

Photo :
  • U-Report

"Kejadian pada 5 Agustus 2022, di mana korban yang masih berstatus pelajar ini disekap, kemudian diberi minuman oleh pelaku hingga mabuk dan korban tidak sadarkan diri. Pada saat itulah tersangka melancarkan aksinya," katanya, Jumat, 12 Agustus 2022.

Baca juga: Fakta-fakta Pemuda di Aceh Perkosa Gadis Tuna Rungu

Berawal Saat Korban Diajak Teman Cari Kontrakan

Kejadian itu berawal saat korban diajak teman sesama perempuan untuk mencari kontrakan. Setelah itu, keduanya berpisah di jalan. Kemudian, korban bertemu dengan tersangka yang mana tersangka adalah teman dari teman lelaki korban.

"Korban kemudian diajak ke rumah tersangka dan dibawa ke dalam kamar. Korban menolak namun diancam akan dibunuh oleh tersangka. Korban pun kemudian dikurung di dalam kamar," ujarnya.

 Ilustrasi perkosaan atau pencabulan.

Ilustrasi perkosaan atau pencabulan.

Photo :

Diberi Minuman Lalu Tak Sadarkan Diri

Korban kemudian dipaksa meminum minuman yang diberikan tersangka. Setelah tidak sadarkan diri, korban kemudian diperkosa. Dan baru diperbolehkan pulang pada 6 Agustus 2022.

Sementara di sisi lain, keluarga terus mencari keberadaan korban karena tidak kunjung pulang.

Ditemukan Keluarga di Pinggir Jalan

Setelah keluarga terus melakukan pencarian, akhirnya korban ditemukan keluarga di pinggir jalan di Desa Kemuning, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang.

"Saat ditemukan, korban seperti orang linglung atau bingung. Oleh keluarga langsung dibawa pulang," katanya.

Setibanya di rumah, korban dibiarkan untuk beristirahat. Dan pada 7 Agustus 2022, korban baru ditanyai oleh keluarga mengenai kejadian yang dialami. Saat itulah korban menceritakan peristiwa yang dialaminya.

"Pihak keluarga pun langsung melaporkan peristiwa itu ke Polsek Kresek. Petugas kami langsung melakukan visum, setelah itu mengejar tersangka," katanya.

Hingga pada 8 Agustus 2022, petugas berhasil menangkap tersangka. Dan guna kepentingan pemeriksaan lebih lanjut, tersangka dibawa ke Polsek Kresek.

Tersangka FM (20) dijerat Pasal 81 dan 82 Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.