Kasus Pembunuhan Subang, Keluarga Korban Minta Bantuan ke Jokowi

Konferensi pers keluarga korban pembunuhan di Subang, Jawa Barat.
Konferensi pers keluarga korban pembunuhan di Subang, Jawa Barat.
Sumber :
  • VIVA.co.id/ Adi Suparman (Bandung)

VIVA Kriminal – Kasus pembunuhan yang menewaskan ibu dan anak di Kabupaten Subang, Jawa Barat yang terjadi satu tahun lalu belum juga ada penetapan status tersangka dari pihak kepolisian. 

Keluarga korban yaitu Yosef Hidayat akan melayangkan surat ke Presiden Jokowi untuk meminta bantuan guna memberikan atensi terhadap kasus ini.

Kuasa Hukum Yosef Hidayah, Rohman Hidayat menjelaskan, pihaknya berharap ada atensi dari pemerintah untuk mengungkap titik terang kasus ini.

Lokasi peristiwa pembunuhan ibu dan anak di Kabupaten Subang, Jawa Barat

Lokasi peristiwa pembunuhan ibu dan anak di Kabupaten Subang, Jawa Barat

Photo :
  • ANTARA/Instagram/@subangstory

"Kami akan berkirim surat ke Presiden, Kapolri, Menkopolhukam dan Kompolnas agar kasus ini tidak dihentikan," kata Rohman di Bandung, Jumat, 12 Agustus 2022.

Rohman meminta keadilan agar pelaku pembunuhan istri dan anak kliennya segera terungkap. "Kami meminta keadilan, pertama untuk pelaku yang sejauh ini masih berkeliaran, tentunya segeralah ditangkap berdasarkan petunjuk, deskripsi yang disampaikan penyidik tempo hari," katanya.

Sebelumnya, kasus pembunuhan ibu dan anak di Kampung Ciseuti Cagak Kabupaten Subang Jawa Barat memasuki babak baru. Kasus yang kini diambil alih Polda Jawa Barat mendapat titik terang siapa pelaku pembunuhan itu dalam sketsa wajah.

Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Polisi Suntana.

Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Polisi Suntana.

Photo :
  • VIVA.co.id/ Muhammad AR (Bogor)

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Suntana menegaskan segera menuntaskan kasus pembunuhan ini. "Saya sebenarnya menargetkan awal tahun 2022 kasus ini sudah terungkap. Tapi saat ini penyidik masih mengumpulkan bukti. Mudah-mudahan dalam waktu dekat akan segera terungkap," ujar Suntana dalam rilis akhir tahun 2021 di Mapolda Jawa Barat, Rabu 29 Desember 2021.

Suntana menilai, dalam kasus ini penyidik dihadapkan dengan tantangan yang membutuhkan penanganan dan waktu lama. "Mohon doa restu dari masyarakat semua agar kasus ini segera tuntas," katanya.