Puluhan Santriwati di Kabupaten Bandung Diduga Jadi Korban Pencabulan

Ilustrasi korban kekerasan seksual.
Ilustrasi korban kekerasan seksual.
Sumber :
  • Istimewa

VIVA Kriminal – Dugaan kasus pencabulan terhadap santriwati di lingkungan pondok pesantren (Ponpes) kembali terungkap. Kali ini, kasus itu terjadi di Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang dilakukan oleh tersangka pelaku sejak 2016 kepada korban yang pada saat itu berusia 14 tahun.

Bahkan, diduga pelaku melampiaskan hasrat bejatnya kepada puluhan santriwati dengan modus rayuan kepada korban. Kuasa hukum korban, Deki Rosdiana, menjelaskan, pelaku nekat mengelabui korban saat beraktivitas.

"Dari keterangan korban, awalnya pelaku ini memanggil korban, menyuruh untuk bersih-bersih, tapi korban lalu diraba-raba, diciumi hingga dicabuli. Jadi sudah berkali-kali dicabuli," katanya, Senin, 15 Agustus 2022.

Ilustrasi Pencabulan anak

Ilustrasi Pencabulan anak

Photo :
  • pixabay

Pelaku mengumbar kata-kata berkah kepada korban, menurut Deki. "Korban itu diperdaya dengan berbagai bahasa nanti tidak berkah ilmunya, secara hukum harus nurut gurunya. Bahkan, ketika tidur pun kadang korban dicabuli," katanya.

Kemudian, pelaku mencari korban santriwati yang hendak menikah. "Dijodohkan pada tahun 2020, korban juga bilang ke suaminya dicabuli sama pelaku, tak berani lapor karena ada ancaman dari pelaku," kata Deki.

Ilustrasi pencabulan wanita

Ilustrasi pencabulan wanita

Photo :
  • Istimewa/Supriadi Maud/VIVA.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, diduga masih ada korban lainnya. Sedikitnya ada 12 korban, menurut pelapor, ditambah 4 raong yang termasuk pegiat rohani Islam alias rohis. Beberapa korban belum berani melapor karena secara mental malu dan mendapatkan ancaman.

Kepala Kepolisian Resor Kota Bandung Kombes Kusworo Wibowo membenarkan informasi kejadian tersebut. Polisi tengah menyelidik kasus pencabulan tersebut. "Insyaallah segera kita rilis," katanya.