3 Orang Sekeluarga Tewas di Magelang, Diduga Diracun Anaknya

Ilustrasi mayat.
Sumber :
  • U-Report

VIVA Kriminal – Tiga orang yaitu suami, istri dan anak di Dusun Prajenan Rt/Rw. 10/01 Ds/Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, ditemukan meninggal dunia di rumah mereka setelah minum dan kopi di pagi hari. Hasil pemeriksaan polisi, para korban diduga diracun oleh anak nomor dua dari suami istri tersebut.

Kakek 70 Tahun di Bulukumba Perkosa Bocah Perempuan 11 Tahun Berkali-kali

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy lewat keterangan tertulisnya menjelaskan, korban masing-masing bernama Abbas Ashar (58) yang merupakan suami, Heri Riyani (54) yang merupakan istri, dan Dhea Chairunnisa (24) yang bekerja di PT KAI Yogyakarta.

Biden Mengaku "Tidak Punya Fakta Apa Pun" terkait Penembakan Trump

Dari hasil penyelidikan dan olah TKP petugas Satreskrim Polresta Magelang, lanjut Kombes Iqbal, dugaan awal ketiga korban meninggal dunia merupakan korban pembunuhan dan terduga pelaku sudah mengakuinya.

"Bahwa saksi 1 yaitu DDS (22) telah mengakui melakukan pembunuhan dengan cara mencampuri minuman teh hangat dan es kopi dengan racun yang dibeli secara online," jelasnya.

Operasi SAR Tambang Emas Longsor di Gorontalo Ditutup, Keluarga Korban Kecewa 

Ilustrasi racun mematikan.

Photo :
  • U-Report

Ia menambahkan, saat ini ketiga korban meninggal dunia berada di RS Merah Putih untuk dilakukan autopsi oleh Biddokes Polda Jateng. Sedangkan terduga pelaku pembunuhan saat ini berada di Sat Reskrim Polresta Magelang untuk dilakukan penyidikan.

Iqbal menjelaskan kronologi kejadian berawal sekitar pukul 07.00 pada 28 November 2022, saksi 1 yaitu DDS mengetahui ketiga korban merasakan mual dan muntah serta tergeletak di kamar mandi (3 kamar mandi) setelah meminum teh hangat dan es kopi.

Kemudian saksi 1 memanggil saksi 2, 3 dan 4 yang merupakan tetangga dan saudara korban untuk membantu membawa ke RS Merah Putih. Setelah sampai ke RS Merah Putih dan dilakukan pemeriksaan oleh petugas medis bahwa ketiga korban dinyatakan telah meninggal dunia. Kepolisian saat ini terus melakukan pemeriksaan untuk mengetahui motif peristiwa tersebut.

Laporan Teguh Joko Sutrisno/tvOne Semarang

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya