Bocah SD Diduga Diperkosa 6 Pria Tetangganya, Diiming-imingi Uang Jajan

Ilustrasi pemerkosaan.
Sumber :
  • U-Report

VIVA Kriminal – Seorang bocah perempuan berusia 11 tahun di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, dan masih duduk dibangku Sekolah Dasar (SD), diduga menjadi korban pemerkosaan oleh 6 pria dewasa.

Warga Pulau Bembe Akhirnya Bisa Pakai Listrik Bersih dari PLTS Tanamalala

Kasat Reskrim Polres Luwu, AKP Muh Saleh mengatakan, pihaknya menerima laporan pemerkosaan terhadap seorang bocah yang diduga dilakukan oleh 6 pria. Terduga tersebut adalah tetangga korban.

"Benar, ada 6 orang pria yang terlapor. Mereka semua tetangganya korban sendiri di Larompong," kata Saleh saat dimintai konfirmasi, Selasa 29 November 2022.

Jamaah An-Nadzir Gowa salat Idul Adha

Saleh menjelaskan, bahwa laporan pemerkosaan itu dilayangkan langsung oleh ibu atau orangtua korban. Dalam laporannya, sang ibu menyebut jika anaknya telah diperkosa sebanyak 6 orang pria. Pemerkosaan itu dilakukan sejak 2021 lalu dengan waktu dan lokasi yang berbeda.

"Pengakuan korban ke ibunya itu diperkosa sejak 2021 lalu. Diperkosanya tidak rame-rame dalam waktu yang sama. Ada sekali, ada 2 kali. Tetapi, tidak bersamaan dengam lokasi yang beda-beda," katanya.

Ngeri! Viral Lagi Video Bocah Terlindas Bus saat Berburu Klakson Telolet

Karena Berbelanja Dengan Uang Nominal Besar

Saleh menyebut bahwa kasus dugaan pemerkosaan pelajar SD ini terungkap saat korban kerap berbelanja di toko dengan uang yang nominalnya besar, seperti pecahan Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu. 

Dari situ, warga mulai curiga dan mengira korban mencuri. Namun belakangan, korban mengaku uang tersebut diperoleh atas pemberian orang-orang yang telah memperkosanya.

"Curiga para warga waktu itu, karena dikira ini korban mencuri karena banyak uangnya. Setelah diinterogasi, ia mengaku dapat uang jajan dari orang yang mencabulinya layaknya suami istri," jelasnya.

Hingga kini, Saleh mengaku tengah menyelidiki laporan dugaan pemerkosaan tersebut dan akan segera  memeriksa sejumlah saksi, termasuk korban sendiri.

"Kita sementara lakukan penyelidikan. Kita masih kumpulkan bukti-bukti," tandasnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya