TKA China di Sulut Tewas Usai Dibunuh Sadis Pakai Eskavator

Kabid Humas Polda Sulawesi Utara, Kombes Jules Abraham Abast (kedua dari kiri)
Sumber :
  • ANTARA/Jorie Darondo

VIVA Nasional – Seorang tenaga kerja asing (TKA) asal China di Minahasa Tenggara (Mitra), Sulawesi Utara (Sulut) bernama Wang Zanbiao tewas mengenaskan usai dibunuh sadis. WNA China itu tewas dibunuh pria berinisial MP menggunakan ekskavator.

KPK Tetapkan 21 Orang Tersangka terkait Kasus Korupsi Dana Hibah di Jatim

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Jules Abraham Abast menuturkan bahwa pihaknya telah meringkus pria inisial MP sesaat setelah kejadian di perkebunan Alason, Desa Ratatotok Satu, Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Mitra.

"Jadi tersangka pembunuhan WNA ini sudah kita amankan pada Minggu malam 15 Januari 2023 sesaat usai kejadian," kata Kabid Humas Polda Sulut Kombes Jules Abraham Abast dalam keterangannya, Rabu 18 Januari 2023.

Kasus Penggelapan Dana Rp1,3 Miliar, Mantan Manajer Fuji Akhirnya Ditetapkan Sebagai Tersangka

Jules menjelaskan, peristiwa ini bermula karena adanya komunikasi antara pelaku dan korban yang tidak cocok. Saat itu, pelaku merasa tersinggung dan sakit hati hingga nekat melakukan pembunuhan secara sadis.

Yudha Arfandi Didakwa Pasal Pembunuhan Berencana, Mau Habisi Dante Sejak 2 Januari 2024

"Mereka awalnya komunikasi biasa. Tapi karena pelaku ini merasa kecewa dan sakit hati akhirnya bertindak di luar batas dengan melakukan pembunuhan," ungkap Jules.

Dijelaskannya lagi, bahwa sesaat korban akan dibunuh, pelaku saat itu sedang mengoperasikan alat berat jenis ekskavator di TKP, tepatnya di perkebunan Alason, sekitar pukul 20.00 Wita. Kemudian, korban mendatangi pelaku yang berada di tempat pengisian bahan bakar minyak (BBM).

Di situ, korban dari jarak sekitar 40 meter meminta pelaku dengan menggunakan isyarat tangan, agar berhenti beraktivitas dan memarkirkan alat berat tersebut di tempat parkiran. Kemudian pelaku turun ke tempat pengisian BBM dan memberi tahu jika dia akan mengisi bahan bakar sebelum memarkirkan alat berat itu.

"Jadi tersangka ini disuruh berhenti kerja dan disuruh parkir itu eskavator yang dikendarainya. Tapi sebelum di parkir, pelaku memberi tahu korban kalau dia mau isi BBM dulu itu eskavator," ungkap Jules.

Setelah pelaku membalas dengan menggunakan isyarat tangan, akan mengisi BBM. Korban selanjutnya  mengisyaratkan ke pelaku agar tidak usah mengisi BBM dan meminta agar alat berat langsung diparkir. Pelaku pun kemudian mengikuti kemauan korban dan mengangkat ibu jari, pertanda oke.

"Pelaku ini kemudian mengikuti perintah korban. Tapi ternyata kemauan korban dituruti pelaku dan pelaku ini sudah menaruh emosi untuk menbunuh," kata Jules.

Pelaku yang saat itu mengikuti penyampaian korban langsung mengendarai eskavator tersebut lalu menggerakkannya ke arah korban hingga tubuh korban terpental. Tak sampai disitu, pelaku kemudian menindih korban menggunakan bucket tersebut hingga korban tewas di tempat.

"Jadi setelah tersangka ini disuruh disitu dia merasa sakit hati. Akhirnya tersangka ini menggerakkan bucket alat berat ke arah kanan sekitar 4 meter dan kena tubuh korban sehingga langsung terjatuh. Kemudian, tersangka menindih tubuh korban dengan menggunakan bucket tersebut, tepatnya di bagian dada ke bawah. Korban pun tewas di tempat," ungkap Jules.

Jules menyebut jika korban tewas di TKP karena mengalami luka-luka dan patah tulang di beberapa bagian tubuhnya. Saat itu juga, petugas yang menerima laporan langsung mengamankan pelaku beserta barang bukti satu unit alat berat ekskavator.

"Tersangka beserta barang bukti telah diamankan untuk diproses lanjut," pungkas Kombes Jules.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya