Nasib Apes Pria di Jakbar Lerai Perang Sarung Nyawanya Malah Melayang

Ilustrasi tawuran
Sumber :
  • Istimewa/Andrew Tito

Jakarta, VIVA - Malang sekali nasib pria berinisial FK. Bagaimana tidak, maksud baiknya di bulan suci Ramadan ini malah berujung maut baginya.

img_title Polisi Turun Tangan Selidiki Dugaan Intimidasi Terhadap WNA di Pelabuhan Bangsal

Yang bersangkutan tewas pasca melerai perang sarung yang terjadi di kawasan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Korban menderita sejumlah luka bahkan sempat kejang-kejang sebelum ajal menjemputnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kejadian berdarah itu terjadi dini hari, kemarin. Korban keluar rumah bermaksud mencari adiknya yang dikhawatirkan ikut tawuran.

img_title Dikaitkan dengan Ojol Melva yang Viral, Politisi PDIP Ellen Taroreh Lapor ke Polda Metro

"Setelah sampai di TKP (tempat kejadian perkara), ternyata benar ada warga yang sedang tawuran dengan menggunakan sarung sekitar 20 orang," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Ade Ary Syam Indradi pada Jumat, 14 Maret 2025.

Ilustrasi tawuran warga.

Photo :
  • Bayu Nugraha Januar

img_title Viral Istri Sah Geruduk Kantor Pelakor, Bawa 20 Polisi hingga Bongkar Bukti Chat dan Pembelian Mobil

Korban pun sempat melerai aksi perang sarung yang terjadi tersebut. Lalu, korban pulang ke rumah untuk makan. Tapi, tiba-tiba tubuhnya kejang. 

"Sebelum makan, korban mengeluh sakit di bagian belakang kepala kepada orang tua dan selesai makan korban kejang-kejang di samping saksi. Kemudian oleh saksi dipegang tangannya ternyata sudah dingin," kata dia. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mantan Kapolres Metro Jakarta Selatan ini menambahkan, korban dinyatakan tewas usai diperiksa di Rumah Sakit (RS). Ternyata saat tubuhnya diperiksa, ada luka di bagian kepala belakang hingga pelipis mata korban. 

"Korban dinyatakan sudah meninggal dunia. Setelah dilakukan pemeriksaan terdapat luka berdarah di bagian belakang kepala sebelah kiri, pelipis mata kiri lecet dan perut bawah lecet," kata lagi.

Ilustrasi pelecehan seksual

Kesaksian Korban TPKS Eks Rektor UNUGO Saat Pemeriksaan Psikolog Bikin Geger: Saya Diperlakukan Seperti Pelaku

Salah seorang korban dugaan TPKS dengan terlapor eks Rektor UNUGO, Amir Halid, mengungkap pengalaman membuatnya mengalami tekanan psikologis saat jalani psikolog forensik

img_title
VIVA.co.id
10 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut