Bejat! Modus Wakepsek SMP di Tangerang Cabuli Muridnya

Ilustrasi pencabulan
Sumber :
  • VIVA.co.id/Andrew Tito

Kota Tangerang, VIVA - Nasib tragis menimpa murid SMP berinisial RA. Bagaimana tidak, dia diduga dicabuli wakil kepala sekolahnya yang berinisial SY.

img_title UNICEF Ungkap 80 Juta Anak Usia Dini Belum Bermain Bersama Orang Tua, Kenapa Ini Penting?

Orang tua korban pun buat laporan polisi. Laporan diterima dengan Nomor LP/B/880/VI/2025/SPKT/Polres Metro Tangerang Kota/Polda Metro Jaya, tanggal 25 Juni 2025. Ceritanya, korban bersama orang tua berinisial S ke sekolah mengikuti remedial ujian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lalu, korban bertemu pelaku dan diarahkan ke ruang kosong. Hal itu diungkap Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Metro Tangerang Kota, Ajun Komisaris Polisi Prapto Lasono.

img_title Jokowi Blak-blakan Ungkap Riwayat Pendidikan Gibran: SD-SMP di Solo, SMA di Singapura

"Setelah selesai mengerjakan remedial, pelaku mengatakan kepada pelapor bahwa akan mengobati anaknya yang introver dengan cara dihipnotis supaya kembali ceria lagi," kata dia, Senin, 25 Agustus 2025.

Pasca dapat persetujuan dari ortu korban, pintu ditutup pelaku kemudian menutup mata korban dengan kain. Pundaknya dipukul sampai setengah sadar. Saat itulah pelaku melancarkan aksi bejatnya.

img_title Edit Foto Teman Pakai AI Jadi Vulgar, Siswa SMP di Jaktim Dipukuli Lalu Lapor Polisi

"Dikarenakan pelapor merasa khawatir, pelapor mengintip melalui jendela dan saat itu melihat korban sedang telentang dan pelaku sedang duduk sambil tangan seperti berdzikir," kata dia.

Tapi S curiga karena ritsleting korban yang terbuka. S masuk ruangan lalu mengajak pulang korban. Di perjalanan pulang, korban mengungkap hal yang dialami.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Polisi pun menyita barang bukti seperti akta kelahiran, pakaian korban, dan bantal sajadah yang diduga alas buat korban. Korban sudab menjalani visum et repertum tapi tidak ditemukan luka. Sehingga, polisi masih melakukan penyelidikan.

"Barang bukti akta kelahiran, pakaian korban, bantal, dan sajadah diduga digunakan sebagai alas untuk korban," kata dia.

Direktur Reserse PPA-PPO Polda Jawa Timur Komisaris Besar Polisi Ganis Setyaningrum (tengah)

Eks Kepsek SMPN 18 Malang Diduga Aniaya Siswa, Polda Jatim Cari Korban Lain

Kasus dugaan kekerasan yang dilakukan mantan Kepala SMP Negeri 18 Kota Malang berinisial MAH terhadap pelajar memasuki babak baru. Polda Jawa Timur ikut memberi atensi.

img_title
VIVA.co.id
26 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut