Polisi Sita Rumah Mewah Bos Abu Tours

Penyidik Polda Sulawesi Selatan sita rumah bos Abu Tours di Depok, Jawa Barat.
Sumber :
  • VIVA.co.id/ Zahrul Darmawan (Depok)

VIVA – Tim penyidik Polda Sulawesi Selatan menggeledah dan menyita sejumlah aset milik bos Abu Tours di Kota Depok, Jawa Barat, Rabu 4 April 2018. Penyitaan itu merupakan bagian dari kelengkapan barang bukti atas kasus dugaan penipuan umrah dengan korban ribuan jemaah.

img_title Penipuan Digital Makin Marak, Ini Cara Mudah Melindungi Identitas dan Data Pribadi

Menurut pantauan VIVA, salah satu lokasi yang didatangi penyidik ialah rumah mewah di kawasan Kartika Residence, Cinere Depok. Di rumah berlantai dua tersebut, penyidik juga memasang papan bertuliskan, antara lain: "Tanah dan bangunan disita atas kasus tindak pidana penyelenggaraan haji atau penipuan dan penggelapan atau pencucian uang dengan tersangka Hamzah Mamba, bos Abu Tours".

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di rumah ini, terdapat satu unit mobil mewah jenis Alphard dengan nomor polisi B 1521 ZKH warna putih. Kondisi di dalam rumah itu terlihat cukup rapi dilengkapi sederet barang elektronik mewah. 
Menurut warga sekitar, bos Abu Tours telah empat tahun tinggal di pemukiman ini. Tidak hanya satu, namun ada dua rumah. 

img_title Influencer Berinisial AA Dipolisikan Atas Dugaan Penipuan Bermodus Mencari Investor

Sang pemilik rumah dikenal tidak bergaul dengan warga setempat. Tetangganya pun ada yang menjadi korban dugaan penipuan umrah tersebut. "Saya korbannya juga. Padahal saya tetangganya di sini. Saya ditipu Rp100 juta, keluarga saya enggak jadi berangkat umrah. Iya lah kami trauma," kata Isti, tetangga pelaku.

Selain ke rumah, penyidik juga akan mendatangi kantor Abu Tours yang lokasinya masih di wilayah Cinere.  (ren)

img_title Nama Rektor Dicatut Kasus Penipuan Penerimaan Mahasiswa Baru, UI Tempuh Jalur Hukum
ilustrasi spam call.

Indonesia Jadi Negara dengan Spam Call Tertinggi di Asia Pasifik, Awas Jangan Asal Angkat Telepon!

Indonesia menghadapi ancaman serius dari maraknya panggilan telepon tak dikenal yang berpotensi mengganggu hingga berujung pada penipuan, alias spam call.

img_title
VIVA.co.id
31 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut