Kisruh Aset Bos First Travel, Kejaksaan Depok Tanggung Jawab

Aksesoris mewah bos First Travel, Anniesa Hasibuan
Aksesoris mewah bos First Travel, Anniesa Hasibuan
Sumber :
  • VIVA/Zahrul Darmawan

VIVA – Kepala Kejaksaan Negeri Kota Depok, Sufari, akhirnya angkat bicara terkait nasib aset-aset First Travel yang tidak masuk dalam putusan majelis hakim.

Sebagaimana diketahui, putusan majelis hakim hanya menyatakan semua aset yang disita pada perkara penipuan dan pencucian uang dengan tiga terdakwa maupun First Travel, akan dirampas untuk negara. Bagi korban yang ingin menarik asetnya agar mengajukan gugatan terpisah.

"Kita akan banding, untuk serahkan kepada korban, persoalan mau enggak mau ya gimana nanti biar bisa dibedakan mana untuk negara dan korban. Kalau enggak mau pasti ada jalan keluarnya," kata Sufari kepada wartawan, Selasa 5 Juni 2018.

Sufari menjelaskan kemungkinan lain bisa saja terjadi seperti untuk pendapatan negara tapi tidak dirampas sebagai pendapatan negara bukan pajak. "Di sini enggak ada yang dilelang, sampai ada putusan akhir tetap. Kalau nanti dirampas negara, ya dilelang," lanjut dia.

Ketika disinggung berapa jumlah aset milik para terdakwa yang disita, Sufari mengaku belum bisa menyebutkan secara detil, namun diperkirakan antara Rp25 miliar hingga Rp40 miliar.

"Kalau berupa uang, sudah dilihat kalau keseluruhan secara angka susah karena itu berupa barang, seperti tanah bangunan, baju, kalau ditotal kurang lebih Rp40 miliar ada. Saya enggak bisa menyebut pasti, karena menaksir item itu susah dari sekian banyaknya," jelas Sufari.

Tergantung Putusan Akhir