Polisi Ciduk Komplotan Bajing Loncat di Jakarta

Bajing loncat sedang beraksi di Kelapa Gading.
Sumber :
  • Repro Instagram

VIVA – Polisi meringkus komplotan penjahat dengan modus bajing loncat, yang aksinya sempat terekam dalam video dan viral di media sosial, saat sedang beraksi di ruas jalan sekitar wilayah Pintu III, Kelapa Gading, Jakarta Utara. 

img_title Video Prajurit TNI Diamankan Polisi Dalam Demo 21 Agustus Viral, Polda Metro Ungkap Fakta Sebenarnya

Kapolsek Kelapa Gading, Komisaris Polisi Martua Silitonga mengatakan, setidaknya ada empat orang dalam komplotan itu. Mereka adalah GP, FAS, MIN, serta ES.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tiga pelaku, yakni GP, FAS, dan MIN diciduk pada 24 Agustus 2018, sedangkan ES pada 28 Agustus 2018. Aksi mereka yang viral di media sosial diketahui terjadi pada pada 17 Juli 2018 lalu, tepatnya pukul 14.30 WIB siang dan baru diviralkan sekitar tanggal 23 Agustus 2018.

img_title Legislator DPR Minta Polisi Usut Tuntas Temuan 995 Senpi di Sekolah Swasta Jaksel

Mereka pun punya peran berbeda-beda. GP berperean membonceng FS untuk menghampiri truk yang sedang berhenti di lampu merah, kemudian FS mengambil besi yang ada di dalam bak truk dan langsung memberikanya kepada GP.

"Tersangka FAS dan MIN berperan mengawasi agar aksi bisa berjalan lancar," ujar dia di Markas Polsek Kelapa Gading, Rabu 29 Agustus 2018.

img_title DPR: TNI Bisa Tangani Begal Statusnya Bantu Polisi

Pada aksinya yang viral itu, para pelaku berhasil menggondol potongan besi seberat 34 Kilogram. Kemudian, potongan besi dijual seharga Rp180 ribu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, kini keempatnya tak lagi bisa beraksi seperti itu. Sebab, mereka kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya itu. Keempatnya dikenakan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman penjara maksimal tujuh tahun.

"Dijual ke tukang besi sebesar Rp180 ribu. Nah, haslinya dibagi empat sama mereka," katanya.

Anggota Komisi III DPR RI, Soedeson Tandra

Anggota DPR: Tagline Polisi Bersama Masyarakat Telah Diterapkan Secara Serius

Soedeson berharap pola pengamanan yang sejuk dan komunikatif ini tidak hanya diterapkan sesaat, melainkan menjadi standar operasional yang ditiru oleh seluruh kepolisian

img_title
VIVA.co.id
21 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut