Ganggu Pesepeda, Motor Diminta Kena Lagi Ganjil Genap di Thamrin

Ilustrasi jalur sepeda.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

VIVA – Anggota Commuterline Mania, Anthony Ladjar berpendapat, harusnya kebijakan ganjil-genap di kawasan Sudirman-Thamrin juga diterapkan untuk para pengendara sepeda motor.

Honda Jazz Nekat Masuk Jalur Sepeda, Sanksinya Enggak Main-main

Hal itu ia rasa perlu karena kawasan Sudirman-Thamrin kini tak lagi ramah bagi para pengendara sepeda semenjak sepeda motor kembali diperbolehkan melintas di sana. 

Anthony mengatakan itu ketika ikut dalam Forum Group Discussion dengan Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta dan pihak terkait, FGD itu membicarakan soal penerapan kebijakan perluasan ganjil-genap usai Asian Paragames 2018 pada 13 Oktober 2018 mendatang.

Mobil Yaris Tabrak Pembatas Lajur Sepeda hingga Ringsek di Sudirman

"Tolong motor juga berlaku pak," kata dia dalam rapat di Kantor Dishubtrans DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Jumat 31 Agustus 2018.

Permintaannya itu bukan tanpa alasan. Saat kebijakan pelarangan sepeda motor di jalan Thamrin-Sudirman masih berlaku banyak pekerja kantoran yang bekerja menggunakan sepeda di kawasan Sudirman-Thamrin, tanpa perlu khawatir menggowes.

Detik-detik BMW Ringsek Usai Tabrak Beton Jalur Sepeda di Sudirman

"Saat motor dilarang, saya bisa dadah-dadah sama mobil. Sekarang gimana mau dadah-dadah. Yang ada diklaksonin sama motor," ucapnya.

Kini lanjutnya, dia tak lagi membawa sepeda untuk bekerja, karena jalanan Sudirman-Thamrin sudah tak lagi ramah bagi pesepeda. 

Ia minta bukan hanya Hak Asasi Manusia pengendara sepeda motor yang diperhatikan tapi juga hak asasi masyarakat yang tak bisa mendapatkan udara bersih di Jakarta karena polusi yang ditimbulkan mereka.

"Bukan saya mau ngomongin HAM, cuma ini ngomongin polusi kok masih (termasuk) ngomongin HAM," ungkapnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya