'Kembalikan Mata Air Kami'
VIVA – Situ Gadog memang selalu menjadi cerita bagi warga Kota Depok. Pernah 'dinobatkan' sebagai danau dengan kualitas air yang buruk atau tercemar tahun 2009, karena situ yang luasnya 1,3 hektare itu mengalami pendangkalan dan tertutup eceng gondok. Ditambah lagi pencemaran sampah domestik dan limbah rumah pemotongan hewan.
Perlahan, fungsi situ yang berada di Jalan Radar AURI Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat itu mulai direvitalisasi. Meskipun normalisasi terus dilakukan dan eceng gondok yang semula menutupi sudah bersih, tetap saja Situ Gadog belum sepenuhnya terbebas dari pencemaran limbah dan sampah.
Namun, di balik kondisinya yang kumuh, Situ Gadog ternyata memiliki sumber mata air yang punya sejarah panjang bagi masyarakat sekitar. Lokasinya berada di sisi timur situ, berada persis di bawah pohon beringin. Luas genangan mata air berdiameter sekira lima meteran.
Warga sekitar berkisah mata air Situ Gadog itu dulunya merupakan salah satu sumber air bersih yang dimiliki warga setempat. Bahkan, saking bersihnya, mata air tersebut bisa diminum langsung. Â
Abdul Halim, sesepuh di kampung Gadog adalah salah satu saksi hidup yang sempat merasakan langsung manfaat mata air tersebut. Abdul mengenang sendang Situ Gadog itu tak pernah sepi dari aktivitas warga, mulai dari mengambil air minum, mandi dan mencuci pakaian.
Cerita tentang kejernihan mata air Situ Gadog ternyata santer sampai ke luar daerah. Di tahun 80-an, tak sedikit warga Jakarta yang antre untuk mengambil air di mata air Situ Gadog. Mereka menyakini, mata air tersebut memiliki khasiat yang luar biasa.
"Iya biasanya orang luar suka datang pada malam Suro. Ada yang mandi segala, ya itu kepercayaan mereka saya enggak tahu," kata pria 67 tahun itu kepada VIVA, Selasa, 17 September 2018.
Vitalnya fungsi mata air Situ Gadog ini juga dituturkan Nenek Umih. Ia mengatakan pada saat itu hampir seluruh warga yang tinggal di sekitaran situ Gadog, merasa tak perlu membangun sumur karena mata air itu tak pernah surut. Airnya selalu berlimpah meski musim kemarau sekalipun.