Mengapa Kerang Hijau Dilarang

VIVAnews - Kerang hijau khususnya yang berasal dari teluk Jakarta terbukti mengadung logam berat yang dapat membayakan tubuh bila dikonsumsi.

Berdasarkan penelitian, kerang hijau merupakan organisme air yang hidup menetap dan berkembang biak pada tekanan ekologis yang tinggi.

Dalam pertumbuhannya kerang hijau dapat mengakumulasi logam berat dalam tubuhnya jika hidup pada perairan yang terkontaminasi logam berat seperti timbal atau timah hitam.

Selama ini, kerang hijau yang berada di perairan Teluk Jakarta, telah mengonsumsi logam berat yang berasal dari limbah industri yang ada di sekitar Teluk Jakarta.

Sehingga efek yang ditimbulkan jika makanan yang mengandung logam berat itu dikonsumsi akan cepat berpengaruh pada tubuh.

Efek tersebut antara lain, pelambatan pada pertumbuhan dan perkembangan, kanker, kerusakan pada organ, kerusakan mental, dan pada kasus yang ekstrim adalah kematian.

Akhirnya, mulai tahun depan, Dinas Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta akan melakukan penertiban terhadap penjual kerang hijau dan mereka yang melakukan budidaya.

“Penertiban ini akan dilakukan 2010 mendatang,” ujar Kepala Dinas Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta, Edi Setiarto di Balaikota, Kamis 26 November 2009.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah melarang warga mengkonsumsi kerang hijau terutama yang berasal dari Teluk Jakarta.