Pekerja Daur Ulang Tewas Tergiling hingga Lumat

Ilustrasi garis polisi
Sumber :
  • VIVA/ Muhammad A.R.

VIVA – Seorang pekerja daur ulang plastik tewas mengenaskan di tempatnya bekerja di PD Laju Mandiri, Kelurahan Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat. Korban tewas dengan tubuh tergiling hingga lumat dan hanya menyisakan bagian kaki.

img_title Teknologi Pengolahan Sampah Langsung di Sumbernya Bisa Jadi Kunci Ekonomi Sirkular

Polisi menyatakan bahwa korban bernama Sariman, berusia 35 tahun. Dia sehari-hari bekerja sebagai pekerja daur ulang sampah plastik. Namun kecelakaan kerja itu itu bukan berada di dalam pabrik, melainkan di bedeng yang biasanya menampung limbah plastik untuk didaur ulang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Peristiwa itu terjadi pada Kamis, 17 Januari 2019. Awalnya, rekan-rekan korban curiga, lantaran sudah tidak mendengar mesin giling. Sebab, biasanya mesin itu bersuara bising ketika dioperasikan.

img_title Warga Probolinggo Tewas Terbakar saat Mau Padamkan Kebakaran Sampah

"Temannya ini enggak tahu, karena kan kerja di bagian bawah. Kalau korban di atas, bagian memasukkan barang-barang bekas plastik besar seperti ember. Dia tahunya, itu kok mesin macet sama darah banyak. Dimatikan mesin dan cek ke atas, begitu dilihat, ada sisa kakinya doang, yang lainnya sudah menjadi hancur," kata Kepala Polsek Bantargebang, Komisaris Polisi Siswo, pada Jumat 18 Januari 2019.

Sejauh ini, kata Siswo, polisi sudah memanggil dan memeriksa si pemilik usaha itu dan sejumlah saksi. "Meski ini hanya bedeng, keselamatan kerja harus diperhatikan," ujarnya mengingatkan. (asp)

img_title RI Belajar dari Tiongkok Kembangkan SDM Demi Pacu Teknologi Pengolahan Sampah
Kampus Universitas Indonesia

5 Ton Sampah Menumpuk Setiap Hari di UI, Bisakah Kampus Jadi Lebih Ramah Lingkungan?

Lima ton sampah setiap hari menjadi beban yang harus ditangani Universitas Indonesia (UI), Depok, di tengah aktivitas warga kampus. Harus diimbangi dengan pemilahan.

img_title
VIVA.co.id
27 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut