Murid SD Berketerbelakangan Mental Diduga Ditendang Wali Kelas

Murid sebuah sekolah dasar di Kota Bekasi (wajah disamarkan) diduga jadi korban penganiayaan oleh wali kelasnya.
Sumber :
  • VIVA/Dani

VIVA – Seorang murid di sebuah sekolah dasar swasta di Kota Bekasi, Jawa Barat, diduga dianiaya oleh wali kelasnya. Si bocah dengan keterbelakangan mental itu mengalami luka lebam di kaki kanan dan kirinya.

img_title Ibu di Bantul Lakban Anak Kandungnya Buat Refreshing Jalan-jalan, Alasannya Lelah Ngurus Sendirian

Awalnya, luka lebam dikira akibat si bocah berinisial JMH dan berusia sebelas tahun itu terjatuh atau sehabis berkelahi dengan temannya di sekolah. Lagi pula si bocah tak menceritakan apa-apa kepada orangtuanya. Tetapi tengara itu keliru sampai sang ayah berhasil membujuk anaknya untuk bercerita jujur.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Setelah saya rayu untuk menceritakan sebenarnya, ternyata lukanya itu akibat ditendang dan dicubit oleh wali kelas," kata MS, ayah korban, kepada wartawan saat melapor kepada Kepolisian Resor Metropolitan Kota Bekasi pada Selasa, 12 Februari 2019.

img_title KPAI: Kasus Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha Yogya Jadi yang Terbesar Selama 3 Tahun Terakhir

Ayah korban serta-merta berang setelah mendengar pengakuan putranya. Esok harinya, 8 Februari 2019, dia bersama kerabatnya yang juga anggota Propam Mabes Polri, mendatangi sekolah JMH untuk meminta klarifikasi soal dugaan penganiayaan itu.

Sayangnya usaha itu sia-sia karena yang menemui ayah korban hanya perwakilan sekolah yang bernama Ria. "Khawatir emosi saya naik, bila ketemu HR (inisial guru yang diduga menganiaya bocah itu), akhirnya saya ditahan guru," ujarnya.

img_title Bukan Cuma Tak Kantongi Izin, CCTV Daycare Little Aresha Hanya Bisa Diakses di Area Luar oleh Orang Tua

Saat bertemu dengan Ria, MS lalu mempertanyakan luka yang dialami anaknya yang diduga dianiaya oleh wali kelasnya. Ria lantas meneruskan keluhannya itu kepada pimpinan sekolah, termasuk wali kelas JMH. Sayangnya sampai Sabtu pekan lalu, otoritas sekolah tidak kunjung memberikan penjelasan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Padahal saya hanya ingin minta klarifikasi saja soal dugaan kekerasan yang dialami JMH. Saya tidak minta ganti rugi dan ingin menyelesaikan secara kekeluargaan," ujarnya.

Polisi masih menyelidiki laporan dugaan penganiayaan itu dengan memeriksa ayah korban dan si guru yang diduga penganiaya muridnya. "Keterangan pelapor dan terlapor dibutuhkan untuk penyelidikan. Keduanya akan kita panggil untuk diperiksa," kata Kepala Subbagian Polres Metropolitan Kota Bekasi, Kompol Erna Ruswing. (ren)

Ilustrasi kekerasan pada anak

Kekerasan Perempuan dan Anak Mengintai di Dunia Digital, Gubernur Kalsel Ungkap Langkah Pencegahannya

Tantangan yang dihadapi perempuan dan anak kini tidak hanya datang dari lingkungan sekitar. Perkembangan teknologi turut menghadirkan bentuk ancaman baru.

img_title
VIVA.co.id
14 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut