Kapolda: Pelanggaran Oknum Polisi Naik 97%

VIVAnews - Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya, Inspektur Jenderal Wahyono, dalam keterangan pers akhir tahun di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa, 29 Desember 2009 mengungkap jumlah pelanggaran oleh personel Polri di tahun 2009.

Menurut dia, ada peningkatan personel yang diajukan ke sidang komisi kode etik profesi.

"Dari 40 orang pada tahun 2008, menjadi 79 orang pada tahun 2009, atau naik sebanyak 39 orang atau sebesar 97 persen," kata dia.

Pada 2008, yang diajukan ke sidang terdiri dari satu perwira menengah, 4 orang perwira pertama, 32 orang Bintara, dan 3 orang tamtama. Sementara pada 2009 terdiri dari lima perwira menengah, dan 74 bintara.

Putusan sidang komisi kode etik profesi Polri tahun 2009 yakni, 37 orang pemberhentian dengan cara tidak hormat, 6 orang pemberhentian dengan hormat, 7 orang tercela, 6 orang minta maaf, 10 orang pendidikan ulang, 4 dimutasi jabatan, 5 dimutasi wilayah dan 6 personel dinyatakan tidak terbukti.

Kapolda juga menyebut pelanggaran pungli alias pungutan liar oleh personel polisi meningkat. Dari yang jumlahnya dari 13 orang pada tahun 2008 menjadi 20 orang pada tahun 2009.

"Atau naik sebanyak 7 orang atau sebesar 53,84 persen," kata Wahyono.

Peningkatan juga terjadi pada personel yang terbukti menggunakan narkoba. Dari 18 orang pada tahun 2008, menjadi 19 orang pada tahun 2009. "Atau naik sebanyak 1 orang (5,55 persen)," kata dia.

Kategori lain adalah penyalahgunaan senjata api. Untuk pelanggaran jenis ini mengalami penurunan, dari tujuh orang pada tahun lalu, menjadi lima orang pada tahun ini. Atau turun sebanyak 2 orang sekitar 28,5 persen.

Angka penurunan juga terjadi pada pelanggaran penganiayaan dan pengeroyokan. Dari 9 orang pada tahun 2008 menjadi 7 orang pada tahun 2009 atau turun sebanyak 2 orang (22,22 persen).