Anak Punk, Jalan dan Alquran (I)
- VIVAnews/ Anwar Sadat
![]()
Bukan hanya itu. Dia juga diburu oleh petugas dari dinas sosial. Ketika mengamen, dia harus kucing-kucingan dengan petugas. "Pernah waktu itu udah dikepung (petugas), langsung aja keluarin gesper Spike, kita puterin, petugasnya mundur, kita lari. Tapi ada juga kita enggak bisa kemana-mana. Pernah waktu itu disetrum sampe lemes. Saya jatuh terus diseret ke mobil dibawa ke panti sosial," ujar Aji.
Saat itu, dia dibina selama tiga bulan oleh dinas sosial. Dia diberikan pelatihan dan keterampilan agar tidak mengamen lagi ke jalan. Namun lantaran sulitnya mendapatkan pekerjaan, dia kembali mengamen di jalanan.
Dalam mengarungi hidup di jalan,  pria asal Ambon ini sempat jatuh cinta pada seorang wanita, sesama anak punk. Aji menyebutnya ladies punk. Namun pernikahan mereka tak bertahan lama. Kini, keduanya telah bercerai.
Pergolakan Batin
Selama 12 tahun menjadi anak punk, banyak kejadian dialami Aji. Suatu ketika, pada 2018, dia menemukan hal yang tak biasa. Usai mengamen, Â dia mendengar suara azan pada sore itu begitu indah sampai merasuk ke dalam hatinya.
Tak hanya itu. Saat dia mengamen di jalan maupun di dalam angkot, beberapa kali dia mendapati benda seperti tasbih, peci haji, buku surat yasin. Sejak Desember 2018 sampai Januari 2019, dia terus mengalami kejadian itu.
![]()
Barang yang ditemukannya itu disimpan dalam saku jaket lusuhnya. Sempat pada suatu malam, dia mengumpulkan barang-barang tersebut. Seraya merenungi apa yang telah dialaminya. Pikirannya pun menerawang ke perjalanan hidupnya.Â
Batinnya lantas bergolak. Ada dorongan untuk memperbaiki kehidupannya. Dia ingin menjalankan perintah agama yang selama ini telah ditinggalkan. "Saya ngerasa kayak orang yang udah jatuh ke sumur, saat ini saya berusaha ingin naik lagi, ingin lebih baik lagi lah intinya," kata Aji.
(umi)