Jalan Berliku Pencari Suaka
- VIVAnews/ Syaefullah
![]()
Hingga 2 September 2019, menurut Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) DKI Taufan Bakri, UNHCR baru merelokasi 1.200 dari 1.500 pencari suaka ke tempat lain seperti rumah yang disewa hingga tempat kos. "Yang belum sekitar tiga ratusan," ujar Taufan saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin, 2 September 2019.
Pada 3 September 2019, siang hingga sore hari, petugas UNHCR memindahkan beberapa pencari suaka ke sejumlah tempat di Indonesia. Mereka dibawa menggunakan mobil Hiace. Ada tujuh mobil. Satu mobil bisa membawa 14 orang. "Kebanyakan kan Cisarua, ada yang Serpong, ke daerah tempat tinggal yang kos-kosan gitu," ujar Ayu, petugas UNHCR, di lokasi.
Namun, ada juga para pencari suaka yang masih bertahan di dalam area gedung tersebut. Ali, pencari suaka dari Afghanistan, misalnya. Menurut Ali, dia ditawari uang Rp1 juta untuk meninggalkan tempat tersebut.
"Dari UNHCR nawarin dikasih duit cuma Rp1 juta suruh pergi. Duit satu juta kurang, saya enggak mau nerima. Kalau 1 juta untuk kontrakan enggak cukup, kami minta dijaga selamanya oleh UNHCR," katanya.
![]()
Negara Ketiga
Tahere, warga Afghanistan lainnya, bersama keluarganya juga berharap pemindahan tidak dilakukan dari satu tempat ke tempat lain. Tehere meminta agar pemerintah Indonesia dibantu UNHCR dapat memindahkan mereka ke negara ketiga, seperti Australia, Amerika Serikat dan Kanada. Dia berharap bisa bekerja di sana.
"Meminta kepada UNHCR untuk memindahkan ke negara ketiga. Enggak masalah mau di mana saja," ujarnya.
Faiz, warga Afghanistan, punya asa sama. Dia ingin bisa tinggal di negara ketiga seperti Australia, Amerika Serikat, New Zealand, dan Kanada. Dia pun tengah menunggu proses untuk ke negara-negara itu.
Bersambung...