William Aditya Dilaporkan ke BK DPRD DKI, PSI: Risiko Perjuangan

Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Rian Ernest (tengah) saat mengunjungi kantor VIVA di Jakarta, 19 September 2018.
Sumber :
  • VIVA/Dhana Kencana

VIVA – Partai Solidaritas Indonesia menanggapi santai dilaporkannya anggota Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta, William Aditya Sarana ke Badan Kehormatan (BK) DPRD DKI Jakarta. Juru bicara DPW Jakarta Rian Ernest menyebut pihaknya menghormati laporan itu.

img_title Siap Sambut Kemenangan di 2029, Ahmad Ali Minta Kader PSI Bergerak Sejak Dini

"Kami, termasuk William, menghormati langkah hukum yang diajukan oleh seorang warga DKI Jakarta dari LSM Maju Kotanya, Bahagia Warganya. Kami hormati," ujar Ernest di Kantor Populi Center, Jakarta Barat, Rabu, 6 November 2019.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ernest menegaskan William akan memenuhi panggilan pemeriksaan. Dia akan senang hati mengikuti pemeriksaan oleh BK DPRD DKI Jakarta. Pasalnya, menurut Ernest, yang dilakukan William adalah menjalankan asas transparansi.

img_title Ratusan Anak Jakarta Putus Sekolah, PSI Beberkan Jurus Cegah Siswa Berhenti Belajar

Mantan staf ahli Basuki Tjahaja Purnama kala menjabat Gubernur Jakarta itu mengatakan William siap menerima konsekuensi demi kebaikan warga Ibu Kota.

"Yang dilakukan William menurut kami adalah untuk menjalankan asas transparansi. Kan kami sudah lalui proses formal, bersurat juga, dan kami akan hadapi. Pada akhirnya, ini risiko perjuangan demi transparansi DKI Jakarta dengan segala konsekuensinya," kata dia.

img_title Kaesang Mau Nyaleg di Dapil V Jateng, Puan Respons Begini

Sebelumnya diberitakan, William dilaporkan atas tindakannya. Menurut Sugiyanto, pelapor yang merupakan seorang warga Jakarta, William dinilai melanggar kode etik karena ajuan anggaran saat ini masih dalam proses pembahasan bersama komisi-komisi di DPRD.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Bapak William Aditya Sarana diduga melanggar kode etik karena mengunggah rencana KUA-PPAS ke media sosial," ujar Sugiyanto melalui keterangannya.

Diketahui, selain lem Aibon senilai Rp82 miliar, temuan-temuan ajuan janggal PSI di antaranya pena dengan total usulan Rp123,85 miliar, empat storage unit untuk Jakarta Smart City dengan nilai Rp53 miliar, serta 10 unit storage server dengan total Rp12,95 miliar. Ada juga pembelian 7.313 unit komputer seharga masing-masing Rp15 juta untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri. (ase)

Presiden ke-7 Joko Widodo mengumumkan keanggotaannya di PSI

Jokowi Dipastikan Jadi Ketua Dewan Pembina PSI, Diumumkan saat HUT Partai November

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memastikan presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi bakal menjabat Ketua Dewan Pembina pada November 2026 mendatang.

img_title
VIVA.co.id
27 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut