Seringnya Data Kebencanaan BPBD dan Basarnas Berbeda, Kenapa?
- VIVAnews/ Yandi Delastama.
Berbeda dengan penanganan bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Lebak, BPBD tidak melakukan hal seperti di atas dengan berbagai hal. Bahkan rapat-rapat koordinasi pun sempat molor, menurut Kusmawijaya, lantaran Sekretaris Daerah (Sekda) Banten yang bernama Al Muktabar membatalkannya secara sepihak.
"Jadi kita rencana akan melakukan hal yang sama minggu ini, sebenarnya minggu kemarin akan dilakukan rapat. Tapi karena ada berbagai hal sehingga dibatalkan oleh Pak Sekda, sehingga minggu depan akan ada rapat dit ingkat provinsi. Kita yang provinsi ikut rapatnya di kabupaten kota," ujar dia,
Berdasarkan data BPBD Banten per tanggal 08 Januari 2020, tercatat 1.310 rumah rusak berat, 520 rusak ringan, jembatan rusak berjumlah 30 unit, dan 19 sekolah mulai tingkat PAUD hingga SMP rusak.
Kemudian data korban jiwa yang diberikan oleh BPBD Banten per tanggal 07 Januari 2020 yakni delapan warga Desa Banjarsari, Kecamatan Lebak Gedong bernama Tini (40), Diva (8), Enci (30), Fahmi (3), Setiana (12), Enon (4), Arsah (50). Sedangkan satu orang warga Desa Banjar Irigasi bernama Safrudin (50). Kemudian satu orang dinyatakan bilang atas nama Rizki (7) warga Banjarsari.
Basarnas Banten sendiri secara resmi telah menghentikan pencarian korban jiwa dalam bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Lebak, Banten, sejak Selasa 07 Januari 2020 kemarin atau setelah satu Minggu operasi SAR dilakukan. Meski dihentikan, namun Basarnas Banten tetao melakukan pemantauan dan siaga jika sewaktu-waktu dibutuhkan.
"Sudah (dihentikan). Tinggal pemantauan lanjutan saja," kata Kepala Basarnas Banten, Zaenal Arifin, melalui pesan singkatnya pada Rabu malam, 08 Januari 2020.
Basarnas Banten menyatakan hingga tujuh hari pencarian, menemukan jenazah korban bencana alam berjumlah sembilan orang, "Sesuai SOP kami di Basarnas operasi SAR berlangsung selama tujuh hari, sehingga data update terakhir adalah sembilan orang meninggal dunia dan dua dinyatakan hilang," jelasnya.
Begitupun menurut personil INAFIS Polres Lebak, hingga Rabu 08 Januari 2020, belum ada lagi temuan jenazah korban bencana banjr bandang dan longsor di enam kecamatan terdampak. “Belum ada, data korban masih sama," kata Agus Salim, dokter forensik Polres Lebak, melalui pesan singkatnya, Rabu 8 Januari 2020.