18 Warga Bekasi Negatif Corona

Para tenaga medis di RSPI Sulianti Saroso Jakarta. Di rumah sakit itu lah dua pasien kasus pertama virus Corona di Indonesia dirawat (Foto ilustrasi)
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

VIVA – Pemerintah Kota Bekasi memastikan 18 orang yang dilakukan pemantauan atas penyebaran virus corona dinyatakan negatif. Pemantauan itu sebelumnya dilakukan karena warganya pernah kontak langsung dengan penderita.

img_title Di Hari Ulang Tahun Prabowo ke-75, Jokowi Mendoakan Kesehatan Presiden

"Berdasarkan hasil tes, hasilnya negatif corona dan sudah dipulangkan. Masyarakat Kota Bekasi tak perlu cemas," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati, Rabu, 4 Maret 2020.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seluruh pasien yang sebelumnya dilakukan pengawasan oleh pemerintah daerah sudah menjalani tes di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan. Hasilnya menunjukkan seluruh pasien negatif virus corona.

img_title Tak Harus Selalu ke Luar Negeri, Layanan Medis di Indonesia saat ini Terus Berkembang

Kata Tanti, pihaknya tengah melakukan sosialisasi kepada warga terkait pencegahan dan penanganan untuk menghadapi ketika ada seseorang yang sudah terjangkit virus corona. 

"Kami memberikan edukasi melalui berbagai media, dengan selalu menekankan pentingnya pola hidup sehat seperti mencuci tangan saat atau setelah bepergian dan juga ketika akan makan. Kemudian bagi mereka yang sakit selalu menggunakan masker, demi mencegah penularan kepada orang lain," jelasnya.

img_title Pemulihan 121 Fasilitas Kesehatan Pasca Bencana Sumatera Dikebut

Dia mengimbau, jika ada warga yang memiliki gejala-gejala seperti demam tinggi, sakit kepala, flu, sesak napas, batuk parah, dan sakit tenggorokan, segera ke pusat kesehatan dan rumah sakit terdekat.

"Kita terus berkoordinasi dengan Dinkes yang ada di berbagai wilayah dan kementerian, cepat tanggap juga terhadap informasi yang berkembang di masyarakat. Seperti yang di Cianjur, Kementerian juga sudah menyatakan negatif virus corona. Dan bukan warga Kota Bekasi," ujarnya.

Ilustrasi Proyek Kawasan Ekonomi Khusus Kesehatan di Sanur, Bali.

Respons Menohok Wamenkes hingga Airlangga soal Rp200 T Lari ke Luar Negeri buat Berobat

Buntut mencuatnya narasi  2 juta orang Indonesia memilih berobat ke luar negeri, seperti Singapura dan Malaysia dengan total pengeluaran mencapai Rp 200 triliun

img_title
VIVA.co.id
22 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut