Dugaan Pelecehan Petugas Rapid Test, CCTV Bandara Soetta Diperiksa

Ilustrasi rapid test di Bandara Soetta.
Sumber :
  • Sherly / VIVA

VIVA – Polisi telah meminta rekaman kamera Closed Circuit Televison (CCTV) yang berada di sekitar lokasi kejadian, terkait dugaan pria yang merupakan petugas pengecekan rapid test virus COVID-19 di Terminal 3, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang melecehkan seorang penumpang wanita berinisial LHI (23).

img_title Anak 5 Tahun Berkebutuhan Khusus Dilecehkan, ART-nya Video Call dengan Pria Pedofil

"Polres Bandara Soetta telah bekerja sama dengan airport center yang ada di Bandara Soetta untuk meminta CCTV yang ada," ucap Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Senin, 21 September 2020.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Baca juga: Viral, Penumpang Diduga Dilecehkan Petugas Rapid Test Bandara Soetta

img_title Viral Dugaan Pelecehan Seksual di Unpas Bandung Libatkan Oknum Dosen

Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Bandara Soekarno-Hatta pun tengah berangkat ke Bali guna menemui korban. Hal ini guna meminta keterangan korban sekaligus memintanya untuk membuat laporan polisi. Pasalnya, korban tidak membuat laporan polisi. Atas dasar itu polisi lantas menjemput bola dengan mendatanginya.

"Jadi tim Polres Metro Bandara Soetta sudah ada di Bali untuk janjian dengan pengadu untuk dilakukan klarifikasi dan membuat laporan," kata dia.

img_title Perkembangan Terbaru Kasus Dugaan Pelecehan Influencer Sashfir, Kasusnya Naik Penyidikan! Siapa Tersangkanya?

Sebelumnya diberitakan, tindak pelecehan seksual kembali terjadi. Kini, dugaan pelecehan tersebut dialami oleh seorang wanita yang merupakan calon penumpang di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Pelecehan itu didapatnya dari seorang pria yang diduga merupakan petugas pengecekan rapid test di Terminal 3, Bandara Soetta.

Korban pun menceritakan kronologi kejadian tersebut dalam akun Twitter @listongs. Di mana, pada Minggu, 13 September 2020, dirinya hendak pergi ke Nias, Sumatera Utara dari Jakarta. Dijelaskannya, saat itu dia belum sempat melakukan pengecekan COVID-19, hingga akhirnya memilih untuk melakukan rapid test di bandara.

Di sana, jadwal penerbangannya menuju Nias pukul 06.00 WIB, dan dirinya sudah sampai di Terminal 3 pada pukul 04.00 WIB untuk menjalani rapid test.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selanjutnya, dalam hasil rapid, dinyatakan bila dirinya reaktif. Dirinya pun pasrah mendapatkan hasil tersebut. Ia tidak masalah bila penerbangannya harus dibatalkan, mengingat keberangkatannya menuju Nias, bukan hal yang penting.

Namun, saat yang bersamaan seorang pria (pelaku tindak dugaan pelecehan) datang menghampiri dirinya. Pria tersebut pun bertanya soal keinginannya menuju Nias, bahkan menawarkan cara dengan mengganti data diri agar tetap bisa melanjutkan penerbangan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut