Curhat Pekerja Ambulans ke Anies: APD Sekali Pakai Robek

Sopir ambulans melakukan aksi demonstrasi di depan Balai Kota DKI Jakarta
Sumber :
  • VIVA/Syaefullah

VIVA – Perkumpulan Pekerja Ambulans Gawat Darurat (PP AGD) DKI Jakarta mengeluhkan fasilitas yang diberikan kepada petugas dan sopir ambulans di Ibu Kota. Pesan itu disampaikan dalam aksi demonstrasi di Balai Kota agar didengar oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

img_title Arti Kata 'Josjis' yang Dipakai Anies Baswedan ke Ganjar Pranowo, Ternyata Ini Maknanya

Pengurus PP AGD, Abdul Adjis mengatakan, mereka hanya dibekali dengan alat pelindung diri atau APD yang kurang layak sekali. Bahkan, sekali pakai robek.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menjelaskan, standar operasional prosedur (SOP) penanganan COVID-19 yang dijalankan pegawai sudah berjalan mulai dari Februari dengan tim yang hanya 9 orang. Kemudian, pada bulan Maret, tim ditambah karena strateginya adalah memisahkan layanan umum dengan layanan COVID-19. 

img_title Momen Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan Bertemu di Jogja: Josjis, Dab

"Nah, di bulan Maret kami terbentuk timnya APD-nya ya mohon maaf hanya berdasar sumbangan saja yang layak kami pilah yang tidak layak kami tidak gunakan. Karena apa yang tidak layak ini membahayakan kami, robek bahkan hanya baru dipakai saja langsung robek APD-nya enggak layak," kata Abdul Adjis dalam aksi demonstrasi di depan Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis, 22 Oktober 2020.

Baca juga: Pekerja Ambulans Demo Anies: Bayangkan saat Pandemi Nakes Diancam PHK

img_title Cara Pupuk Kaltim Dukung Peningkatan Layanan Kesehatan Masyarakat

Kemudian, kata dia, kain dan maskernya enggak sesuai dengan ekspektasi yang ia harapkan. Kondisi ini berjalan sekian lama bahkan di unit-unit yang tidak menangani COVID-19 itu pun sampai ikut menangani COVID-19 dengan peralatan seadanya seperti itu.

"Jadi belakangan aspirasi kami mengenai APD ini kami sampaikan, pernah kami sampaikan dan sering kami sampaikan tetapi tidak pernah mendapatkan tanggapan dari pimpinan kami sendiri," ujarnya.

Ia juga menyoroti beberapa hal hingga terjadi pemecatan para pegawai ambulans di tengah pandemi COVID-19.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Soal masalah alat-alat kesehatan yang tidak sesuai dengan SOP, baik itu unit ambulans yang harusnya disekat karena ada penanganan COVID-19.

"Itu dilanggar semua oleh kantor, oleh pimpinan-pimpinan kami. Itu yang kami suarakan. Dari situ berkembang, sehingga terjadi pemberian hukuman indisipliner yang tidak pernah kami langgar," ujarnya.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Kejutan Survei! KDM Salip Anies di Bursa Capres, Elektabilitas Gibran Pepet AHY

Survei terbaru Parameter Politik Indonesia (PPI) mengungkap peta persaingan calon presiden (capres) yang super ketat jika Pilpres digelar hari ini. Prabowo masih kokoh

img_title
VIVA.co.id
19 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut