Terancam Gulung Tikar, Pengusaha Spa Minta Anies Bijak soal PSBB

Penerapan PSBB di DKI
Sumber :
  • VIVA/M Ali Wafa

VIVA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali memperpanjang kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi hingga dua pekan ke depan. Salah satu aturan PSBB masih tak mengizinkan tempat hiburan dan karaoke seperti spa, griya pijat, hingga hiburan malam.

img_title Polisi Bongkar Dugaan Tempat Asusila Berkedok Spa di Seminyak Bali

Pemberlakuan PSBB transisi lanjut tapi tetap tak memperbolehkan usaha spa dibuka dinilai diskriminatif. Hal ini disampaikan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Wellness Kesehatan atau Wellness & Healthcare Enterprenuer Association (WHEA), Agnes Lourda Hutagalung.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lourda mengatakan, selama ini para pengusaha wellness spa (spa kesehatan) sudah berupaya menerapkan protokol kesehatan dengan ketat sesuai arahan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19. Namun, tetap tak diberikan izin beroperasi.

img_title Tampang Pembunuh Terapis SPA yang Ditemukan Tewas Dalam Indekos di Bekasi

"Sesuai arahan Satgas COVID-19, kami juga membuat protokol kesehatan yang super ketat bagi karyawan dan calon pelanggan, dan ini sudah kami lakukan sejak Juli lalu. Tapi, sampai saat ini, Pemprov DKI tak izin kami beroperasi kembali," kata Lourda, dalam keterangannya, yang dikutip Jumat, 27 November 2020.

Dia membandingkan, pelaku usaha lain di sektor makanan, kafe, hingga pusat perbelanjaan sudah dibuka kembali. Lourda bilang hal ini mesti dilihat dengan adil karena bisnis spa kesehatan juga memiliki banyak tenaga kerja yang jumlahnya ribuan.

img_title BNBR Resmi Akuisisi 100 Persen Tol Cimanggis-Cibitung

"Bisnis wellness spa di Jakarta jumlahnya ribuan, dan sampai sekarang belum bisa kami pekerjakan kembali. Di samping itu, UMKM yang men-support bisnis wellness spa ini jumlahnya juga ratusan," ujarnya. 

Baca Juga: PSBB Jakarta Diperpanjang, Ganjil Genap Belum Diberlakukan

Lourda meminta Gubernur DKI Anies Baswedan bisa bijak dan segera membuka sektor spa kesehatan karena dikhawatirkan terancam gulung tikar. "Lalu bagaimana dengan nasib ribuan pekerja dan UMKM tersebut?" ujar Lourda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, sektor spa bisa membantu masyarakat menghadapi COVID-19 dalam menjaga kesehatan dan imun. Selain itu, dari aspek ekonomi bisa membantu pekerja dan UMKM untuk survive di tengah kondisi ekonomi yang sedang resesi.

"Soal protokol kesehatan kami bersedia diaudit kapan saja. Kami pastikan menerapkan protokol kesehatan dengan super ketat untuk melindungi para pekerja dan pelanggan kami," tutur Lourda.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut