Anies Tetapkan PSBB Ketat Jakarta Berlaku Mulai 11-25 Januari

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan
Sumber :
  • VIVA/Syaefullah

VIVA – Sesuai arahan pemerintah pusat, DKI Jakarta kembali memperketat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berlaku mulai 11-25 Januari 2021. Menurut Gubernur Anies Baswedan, keputusan kembali memperketat PSBB adalah karena situasi COVID-19 di Jakarta beberapa hari terakhir ini cenderung mengkhawatirkan.

Pemerintah Harus Antisipasi Kebijakan Ekonomi-Politik Imbas Perang Iran-Israel

"Saat ini, kita sedang berada di titik kasus aktif tertinggi selama ini yaitu di kisaran angka 17.383. Kasus aktif adalah jumlah orang yang saat ini berstatus positif COVID-19 dan belum dinyatakan sembuh, baik yang dirawat di fasilitas kesehatan maupun di dalam isolasi mandiri," kata Anies dalam jumpa pers virtual, Sabtu, 9 Januari 2021.

Anies memaparkan, ada keterkaitan antara kasus positif di Jakarta dan daerah-daerah di sekitar Jakarta yang saling memengaruhi. Data tes yang dilakukan oleh laboratorium di Jakarta menemukan kasus positif bukan hanya dari warga DKI saja, tapi juga warga sekitar DKI Jakarta.

Alasan Pemprov DKI Gelontorkan Rp 22,2 M untuk Perbaiki Rumah Dinas Gubernur

"Pada bulan Desember, misalnya, ditemukan 63.742 kasus positif oleh lab di Jakarta, 26 persen di antaranya adalah warga Bodetabek. Demikian pula perawatan di fasilitas kesehatan di Jakarta. Sekitar 24-27 persen dari pasien yang dirawat di faskes Jakarta adalah warga luar DKI Jakarta, terutama Bodetabek," ujarnya.

Karena itu, pihaknya sangat mendukung keputusan pemerintah pusat untuk mengetatkan pembatasan sosial secara integral di wilayah Jabodetabek dan juga beberapa wilayah lainnya di Jawa dan Bali. Apalagi PSBB bukan pertama kali digelar sehingga warga banyak yang familiar dengan ketentuan PSBB.

Pemprov: Warga Jakarta yang NIK-nya Dinonaktifkan Bisa Ajukan Keberatan

Meskipun prinsip-prinsip tersebut sudah familiar, Gubernur Anies berpesan bahwa bukan berarti membuat semua menjadi lengah dalam menghadapi pembatasan ke depan.

"Justru saat ini kita harus benar-benar jaga secara ketat. Kita sama-sama pastikan penambahan kasus bisa landai, sampai nanti vaksin merata terdistribusi untuk kita semua," kata Anies. (ase)

Politisi DPP PKB, Daniel Johan

DPP Berani Ungkap Indonesia sedang Dilanda Krisis Paling Berbahaya

Ketua DPP BERANI, Lorens Manuputty menyoroti tiga krisis yang terjadi di Indonesia saat pelantikan tersebut. Menurut dia, Indonesia saat ini sedang mengalami krisis yang

img_title
VIVA.co.id
20 April 2024