Bentrokan Besar Ormas-ormas di Bekasi Nyaris Pecah

Dua ormas nyaris bentrok di Jalan Diponogoro, Tambun Kabupaten
Sumber :
  • VIVA/Dani

VIVA – Diduga rebutan limbah industri pabrik otomotif, dua kubu organisasi kemasyarakatan (ormas) nyaris bentrok di Jalan Diponogoro, Tambun Kabupaten Bekasi, Rabu 2 Juni 2021. Atas kejadian itu, dua anggota ormas kemudian harus diamankan.

img_title Polisi Sebut Belum Ada Indikasi Pelaku Pengeroyokan Maut Bambang Setiawan Adalah Anggota Ormas

Di lokasi, masing-masing anggota ormas itu terlihat membawa sejumlah benda tumpul seperti kayu. Beruntung bentrokan itu dapat dilerai petugas gabungan TNI Polri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami berhasil mengamankan dua orang dari kubu Ormas, mereka kedapatan membawa senjata tajam," kata Kapolres Metro Bekasi Kabupaten, Kombes Hendra Gunawan di Bekasi, Jawa Barat pada Rabu 2 Juni 2021.

img_title Polda Metro Tegaskan Tak Minta Bantuan Ormas Saat Kerusuhan 27 Agustus

Pihak Kepolisian yang berada di lokasi kejadian, kata dia, membubarkan massa dari masing-masing kubu. Termasuk melanjukan pemeriksaan kepada anggota ormas atas kepemilikan senjata tajam. 

"Yang dua orang ini kami amankan di pospol dan segera dievakuasi ke Polres," katanya.

img_title Amnesty International Desak Polisi Tangkap Pembunuh Bambang & Usut Keterlibatan Ormas Tangani Demo

Hendra mengaku, pihaknya masih mendalami motif aksi kedua kubu tersebut. Sebab kata dia, ada beberapa kubu terlibat dalam masalah tersebut. "Kubu ormas A ada dua ormas, kubu ormas B yang ada di dalam ada tiga ormas," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Atas kejadian itu, jalur lalu lintas di Jalan Diponogoro, Tambun sempat tersendat. Meski massa dari kedua kubu sudah dibubarkan,aparat Kepolisian masih berjaga-jaga di sekitar lokasi. 

"Kami tidak segan-segan menindak siapapun yang melanggar hukum," ujanya lagi.

Ilustrasi kantor Renault

Serikat Pekerja Pabrik Renault Prancis Tolak Produksi Senjata Gantikan Mobil

Meski demikian Serikat Pekerja menegaskan bahwa pekerja Renault menghadapi risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) jika menolak merakit senjata sesuai dengan instruksi.

img_title
VIVA.co.id
10 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut