Interpelasi Anies dan Lobi Setengah Kamar
- Twitter @aniesbaswedan
"Kita lobi semua partai untuk segera menjalankan agenda-agenda DPRD yang terlambat. Pengesahan revisi RPJMD, penetapan APBD 2021 perubahan, penyusunan Rencangan APBD 2022, pelaksanaan kegiatan anggota dewan untuk turun langsung ke masyarakat," tutur MTZ, sapaan akrabnya, kepada VIVA, Selasa, 7 September 2021.
Dia menyarankan ketimbang ngotot interpelasi lebih baik rampungkan tugas kewajiban sebagai anggota dewan di Kebon Sirih. Salah satu yang ia soroti misalnya seperti pembahasan RAPBD 2022. Kata dia, bila tidak selesai maka akan ada sanksi untuk legislatif dan eksekutif.
"Banyak bener ini agenda dewan yang macet. Waktu penyelesaiannya sudah mepet. Untuk RAPBD 2022 misalnya, kalau gak selesai di bulan Desember ini maka ada sanksi untuk eksekutif dan legislatif, tidak terima gaji 6 bulan," jelas MTZ.
Gubernur Anies Baswedan bersama CEO FIA Formula E
Pengamat politik Ujang Komarudin menganalisis interpelasi merupakan dinamika politik biasa antara legislatif dengan eksekutif. Ia mengatakan interpelasi Formula E jadi sorotan dan heboh karena momen politiknya di tengah pandemi.
Selain itu, Ujang mengatakan interpelasi ini sebagai cara untuk mendongkrak elektabilitas jelang Pemilu 2024.
"Kenapa interpelasi jadi heboh, karena menjadi isu politik yang bisa dijual ke publik tuk naikkan elektabilitas," tutur Ujang.
Menurut dia, biar publik yang menilai tepat atau tidak interpelasi Formula E. Baginya, kini tinggal adu kekuatan politik antara kubu yang mendukung dan menolak.
Namun, ia mengingatkan agar DPRD DKI tetap fokus dengan tugas dan kewajibannya. Tidak disorot karena hanya heboh isu interpelasi.
"Rame dan kelihatan ketika ada isu interpelasi aja, interpelasi banjir, dan sekarang interpelasi Formulasi E," ujar Ujang.
Sementara, pakar komunikasi politik Hendri Satrio menilai interpelasi bukan hal yang buruk. Menurutnya, melalui interpelasi justru bisa jadi ajang Anies untuk menjelaskan polemik Formula E.
Hensat, sapaan akrabnya, heran dengan komunikasi politik antara kubu PDIP dengan fraksi yang menolak interpelasi.
"Kenapa kalau yang lain oke, sementara yang ini kekeuh tetap mengajukan hak interpelasi. Sebenarnya kan begitu," kata Hensat.
Namun, ia mengingatkan bila Formula E tetap berjalan dan hasilnya positif maka akan jadi serangan balik ke kubu PDIP. "Kalau terbukti bagus, terlaksana repot juga PSI, PDIP," ujar Hensat.