Hamparan Paya di Tengah Jakarta

Sawah di Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara.
Sawah di Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara.
Sumber :
  • VIVA.co.id/ Willibrodus

Lahan Menyusut

Selama menjadi petani di Jakarta, ia melihat ladang sawah di Rorotan kian menyusut akibat pembangunan gedung-gedung besar dan perluasan permukiman warga.

"Dulu lahan sawah ini sangat besar (luas), tapi setiap tahun ada pembangunan makanya berkurang. Dulu itu sekitar 60-an hektare, tapi sekarang mungkin cuma 30-an saja," kata Kandeg.

Ia menyebutkan, pembangunan yang memaksa sawah di sana semakin menyusut itu selalu datang secara tiba-tiba. Namun, para petani tak berdaya. "Tapi kan rata-rata semua ladang ini milik perusahaan, jadi kalau ada lahannya dibeli untuk pembangunan, kita petani ini mau buat apa?" ujarnya.

Mereka hanya bisa menyaksikan lahan garapannya tiba-tiba dipagar, digusur lalu muncul bangunan baru di sana. Para petani penggarap pun tak pernah diberi ganti rugi. "Kita sekarang kerja buat makan aja, ya bertahan hidup lah," ujarnya.

Lantaran itu, Kandeg bersama para petani lainnya mengharapkan agar sawah yang tersisa di Ibu Kota ini dipertahankan. Selain untuk membantu keberlangsungan hidup para petani, juga untuk tetap memperkuat ketahanan pangan DKI Jakarta. "Kita minta jangan digusurlah, nanti kami mau cari makan di mana lagi," katanya.

Sawah di DKI Jakarta masih mampu memproduksi beras
Photo :
  • VIVA/Andrew Tito

Sawah di DKI Jakarta masih mampu memproduksi beras