Asa Petani Jakarta di Tengah Kepungan Hutan Beton

Lahan persawahan di Ujung Menteng, Cakung, Jakarta Timur
Lahan persawahan di Ujung Menteng, Cakung, Jakarta Timur
Sumber :
  • VIVA/Vicky Fazri

Gerhan jelaskan dari 3 Hektar tersebut, yang terpakai saat ini hanya dua hektar, satu hektarnya belum digarap lantaran kurangnya ketersediaan alat giling padi dan personil petani.

"Kita kurang alat penggilingan, ada alat satu, itu juga menyewa dari komunitas petani lain," ujar Gerhan.

Gerhan jelaskan dua hektar sawah yang ada di Joglo Meruya selatan tersebut, produksi dua jenis beras, yakni jenis varietas ciherang dan inpari -30. "Ada dua jenis padi yang di produksi disiniā€ ujarnya.

Sementara untuk hasil panen padi di lahan sawah Joglo Meruya Selatan ini, Kata Gerhan, dijual ke penampung swasta diluar Bulog, dengan harga jual yang cukup murah sekitar Rp 350 Ribu perkarung 50 Kg.

Beras kemudian diketahui di distribusikan ke wilayah luar Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Hingga jawa timur.

"Pengepulnya itu dari pengepul pengepul kecil, kita jual ke mereka itu per karung ukuran 50 KG, dengan harga Rp350 ribu, keterangan dari mereka (pengepul) hasil panen dari sini (Meruya) dibawa ke wilayah lain luar Jakarta," ujarnya.

Lahan pertanian Ujung Menteng Cakung, Jakarta Timur

Lahan pertanian Ujung Menteng Cakung, Jakarta Timur

Photo :
  • VIVA/Vicky Fazri