Asa Petani Jakarta di Tengah Kepungan Hutan Beton

Lahan persawahan di Ujung Menteng, Cakung, Jakarta Timur
Lahan persawahan di Ujung Menteng, Cakung, Jakarta Timur
Sumber :
  • VIVA/Vicky Fazri

Gerhan mengatakan produksi padi dari lahan pertanian pinggiran Jakarta wilayah Meruya ini cukup lambat, faktor cuaca, kurangnya tenaga dan alat menjadi penghambat yang sering kali di temui dalam operasional pertanian dalam tiap tahunnya.

"Kendala cuaca, kalau musim hujan kan agak susah, karena sering banjir, orang yang mengurus pertaniannya juga kurang ditambah, kita sama sekali tidak ada alat penggiling padi, itu yang sangat penting," ujarnya.

Gerhan mewakili Komunitas petani Meruya Jakarta Barat ini sangat mengharapkan adanya bantuan dari pemerintah setempat. 

Melihat potensi sawah yang terbilang cukup baik mampu produksi beras hingga 24 ton pertahun, perhatian pemerintah untuk hadirkan alat bagi petani di Meruya dinilai sangat berarti untuk produksi padi di halan kecil itu lebih maksimal

"Yang kita harapkan perlunya perhatian pemerintah untuk bisa membantu kami dalam ketersediaan alat agar bisa dengan cepat kami produksi beras pertahunnya, kalau kita punya alat giling 2 hingga tiga unit, kita pastikan produski  beras di sawah tiga hektar ini lebih banyak dari sebelumnya dan hasilnya juga maksimal," ujarnya.

Lahan Tersisa

Hamparan lahan persawahan di Ibu Kota juga masih bisa disaksikan di Cilincing, Jakarta Utara dan Ujung Menteng, Cakung, Jakarta Timur. Lahan sawah di Ujung Menteng disebut lahan 'sawah abadi' karena aset lahannya milik Pemprov DKI Jakarta.