Crypto Mark AI Dilaporkan ke Polisi Kasus Penipuan Rp700 Juta

Gedung Polda Metro Jaya
Gedung Polda Metro Jaya
Sumber :
  • vivanews/Andry

VIVA – Perusahaan trader robot crypto Mark AI dipolisikan member Fisiharto ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penipuan investasi. Fisiharto mengaku rugi mencapai Rp700 juta.

Di mana jumlah uang ini merupakan akumulasi dari 120 anggota grupnya. Laporan sendiri telah diterima dengan nomor : LP/B/5203/X/2021/SPKT/ Polda Metro Jaya, tanggal 20 Oktober 2021. Terlapor dalam lidik. Terlapor dipersangkakan Pasal 28 ayat 1 Jo Pasal 45A ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 3, 4, 5 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

"Grup saya ada 120 orang, total investasi Rp700 juta. Paling tinggi di grup saya ada yang sampai tanam 14 ribu USD atau setara Rp217 juta," ucapnya di Markas Polda Metro Jaya, Rabu 20 Oktober 2021.

Sementara itu, Fsiharto sendiri mengklaim sudah menyetor uang Rp128 juta. Menurutnya ada 400-500 ribu orang yang ikut tertipu dalam investasi robot crypto tersebut.

Ilustrasi aset kripto atau cryptocurrency assets.
Photo :
  • Pixabay

Ilustrasi aset kripto atau cryptocurrency assets.

"Rata investasi di awal 100 USD itu tinggal dikali saja, jadi sekira ada 50 juta dolar atau apabila dirupiahkan Rp775 miliar. Kalau yang investasi lebih 100 USD ya bisa capai Rp1 triliun," kata dia. 

Dia mengatakan kalau member Crypto Mark AI tak hanya di Tanah Air, tapi juga di Malaysia, Vietnam, dan India. Sejumlah member di ketiga negara tersebut pun telah mengeluhkan hal serupa. Mereka tdak dapat melakukan transaksi deposit maupun withdrawal dana sejak 15 Oktober 2021. Janji aplikasi dapat diakses Senin, 18 Oktober 2021 pun belum terlaksana serta tidak ada kejelasan.