Dua Anggota DPRD DKI Kena Pukul Satpol PP

Santri Gunakan Senjata Tajam Cegah Penggusuran Makam Mbah Priok
Santri Gunakan Senjata Tajam Cegah Penggusuran Makam Mbah Priok
Sumber :
  • VIVAnews/Tri Saputro

VIVAnews - Dua anggota DPRD DKI Jakarta mengalami luka serius setelah terkena aksi salah sasaran anggota Satpol PP saat terjadi bentrokan dalam eksekusi pendopo yang berada di makam Habib Hasan bin Mumammad Al Hadad atau Mbah Priok.

Mereka adalah Ketua Komisi A DPRD DKI, Ida Mahmuda dan anggota Komisi B, S Andika dari Partai Gerindra. Pemukulan terhadap keduanya berlangsung saat terjadi perundingan antara Wakil Walikota Jakarta Utara, Atma Sanjaya dan pengelola makam bersama dengan DPRD DKI Jakarta.

"Dialog belum selesai langsung ada serangan dari Satpol PP. Kami kemudian dipukuli meski telah menunjukan indentitas," ujar Ida Mahmuda, kepada wartawan, Rabu 14 April 2010.

AKibat pemukulan ini, Ida Mahmuda dan Andika mengalami luka di telapak tangan dan memar pada wajahnya. Mereka akan melakukan visum dan melaporkan kejadian ini kepada polisi.

"Bukan cermin pelindung masyarakat, tapi aksi preman," ujarnya lagi.

Akibat kejadian ini Kepala satpol PP DKI Haryanto Badjuri langsung meminta maaf kepada yang bersangkutan. "Saya minta maaf karena situasinya sangat kacau," ujar Badjuri.

Akibat bentorkan ini, satu remaja meninggal dunia dan satu orang lainya kritis. Sementara hingga kini ada 31 petugas Satpol PP yang menjalani perwatan. Lima diantara harus menjalani operasi karena luka serius.

Laporan: Arnes Ritonga| Jakarta Utara