Harga Tiket Formula E Mahal dan Kebanyakan Dibeli WNA, PSI Soroti

Sirkuit Formula E Prix Jakarta
Sumber :
  • VIVA/M Ali Wafa

VIVA – Ketua Fraksi PSI di DPRD DKI Jakarta, Anggara Wicitra mengatakan bahwa tidak seharusnya penonton dalam ajang balap mobil listrik internasional Formula E didominasi oleh warga negara asing (WNA).

img_title Polri Bongkar Pengiriman 1 Ton Ketamine di Belawan, 7 WNI dan 1 WNA Jadi Tersangka

Selanjutnya apalagi kegiatan Formula E tersebut terselenggara karena ada bantuan biaya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp560 miliar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kegiatan ini terselenggara karena ada pembiayaan APBD dengan commitment fee sebesar 560 miliar. Menurut saya ini hal yang harusnya tidak terjadi karena akan mendapatkan keuntungan dan efeknya untuk warga DKI apa? kalau akhirnya 560 miliar kita keluar kemudian didominasi oleh penonton asing, ya agak sayang ya," kata Anggara Wicitra dalam keterangannya PADA Selasa 24 Mei 2022.

img_title Polisi Buru WNA Berinisial C di Kasus Etomidate Rp2,8 Miliar, Diduga Kendalikan Peredaran di Jakarta

Ia menambahkan bahwa harga tiket untuk menonton Formula E juga masih terbilang mahal bahkan lebih mahal dari tiket MotoGP di Mandalika, Nusa Tengga Barat (NTB).

"Kalau kita bandingkan harga tiketnya pun dari kelas tiket termurah di sini itu ternyata masih lebih mahal dari tiket ketika nonton GP Mandalika tanpa menghitung biaya akomodasi kesana," ujarnya. 

img_title WNA Ganggu Pengendara hingga Naik ke Kap Mesin Mobil di Jaksel, Kini Diburu Imigrasi

Ia juga mengaku telah mengingatkan kepada pihak pihak penyelenggara agar memperhitungkan segala aspek untuk memastikan harga tiket dan masyarakat dapat merasakan manfaatnya.

"Paling tidak ini kan harusnya variabel-variabel yang bisa dihitung dan diprediksi oleh teman-teman pelaksana kegiatan ini ketika memasarkan dan menyelenggarakan," ucapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia berpendapat bahwa kategori tiket yang paling laku yaitu kategori termahal. Namun hal itu tidak terlalu signifikan dilihat dari jumlah tiket yang lebih sedikit dibandingkan kategori lainnya.

"Cluster mahal itu tidak berpengaruh secara signifikan, kan dari 60 ribu bangku yang tersedia itu jumlah tiket yang mahal lebih sedikit jumlahnya," tuturnya.

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri mendatangi kantor operasional perjudian online

Bareskrim Bongkar Judol Berkedok Spin Game, 4 WN China Ditangkap

Dittipidsiber Bareskrim Polri membongkar dugaan praktik perjudian online melalui situs Boxkia.com. Empat warga China jadi tersangka dalam kasus tersebut.

img_title
VIVA.co.id
21 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut