Polda Metro Tak Akan Ubah Keputusan Gugurkan Fahri Calon Bintara

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan
Sumber :
  • VIVA/M Ali Wafa

VIVA - Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan, mengatakan Polda Metro Jaya tidak akan mengubah keputusan terhadap Fahri Fadilah Nur Rizki (21), yang sempat viral lantaran gagal sebagai calon Bintara Polri hingga namanya digeser atau digantikan oleh orang lain.

Pemuda yang Digagalkan Seleksi Bintara Polri

Pemuda yang Digagalkan Seleksi Bintara Polri

Photo :
  • Tangkapan Layar

Bisa Dipertanggungjawabkan

“Sikap Polda Metro Jaya sampai hari ini kami tidak mengubah keputusan itu, karena keputusan tersebut bisa dipertanggungjawabkan,” kata Zulpan di Mapolda Metro Jaya pada Kamis, 2 Juni 2022.

Menurut dia, kasus calon bintara Fahri ini pihaknya mempedomani apa yang menjadi hasil tes dilakukan tim dokter dalam membenaekan metode scientific dan kode etik kedokteran.

“Jadi, hasil tim dokter untuk menentukan kesehatan mata yang bersangkutan hasilnya adalah buta warna parsial,” ujarnya.

Baca juga: Begini Kronologi Calon Bintara Gagal Pendidikan karena Buta Warna

Hasil Supervisi Mabes Polri

Endra lantas mengungkap hasil supervisi yang dilakukan Mabes Polri terkait kasus tersebut. Menurut dia, supervisi dalam seleksi ini adalah rangkaian kegiatan rekrutmen tahapan terakhir.

Ibaratnya, kata dia, sama seperti kegiatan quality control terkait dengan rektutmen yang dilakukan. Tentu, Polda Metro mempedomani Mabes Polri dalam kegiatan supervisi ini.

“Hasil supervisi menemukan yang bersangkutan memiliki gangguan terhadap matanya, sehingga kami melakukan langkah-langkah secara transparan, terbuka termasuk menghadirkan orang tua peserta pada saat kami uji ulang di RS Polri Kramat Jati,” kata Zulpan.

Adapun, Zulpan menyebut Polda Metro Jaya memiliki data hingga rekaman uji ulang terhadap proses pemeriksaan Fahri. Ternyata, yang bersangkutan memang tidak mampu melewati tes.

“Kesimpulan tim dokter yang bersangkutan buta warna parsial, sehingga tidak dapat mengikuti pendidikan sebagai anggota Polri,” ujarnya.

Jalani Tes Kesehatan di RS Polri

Berdasarkan video yang dihimpun, tampak Fahri mengikuti tes kesehatan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati pada 25 Januari 2022 sekitar pukul 10.45 WIB. Tampak, Fahri memakai baju batik didampingi anggota berdinas seragam Polri dan petugas kesehatan.

Selain itu, ada juga seorang pria di belakang Fahri memakai baju kemeja putih dalaman hitam dan memakai masker hitam. Kemudian, ada seorang ibu di sebelah Fahri yang memakai baju warna hijau dan kerudung warna abu-abu.

Viral

Baru-baru ini media sosial dihebohkan dengan video unggahan seorang calon bintara yang telah lulus mengikuti tes, namun merasa digagalkan.

Fahri mengaku menduduki peringkat ke-35 dari 1.200 calon siswa yang akan berangkat pendidikan.

Ketika mendekati waktu keberangkatan, siswa tersebut mendapat kejutan karena nomor peringkatnya diganti nama orang lain. Fahri Fadilah sempat dinyatakan lulus untuk mengikuti pendidikan gelombang pertama tahun 2021.

Namun sebelum berangkat pendidikan di Lido, Sukabumi, Jawa Barat ia harus mengikuti supervisi. Zulpan menambahkan, dalam supervisi ini calon siswa itu dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk mengikuti pendidikan Bintara Polri.

"Dengan temuan buta warna parsial, dari temuan supervisi itu kami tindak lanjuti dan pendalaman," tutur Zulpan.