12 Nama Sungai yang Membelah Jakarta
- VIVA/Zahrul Darmawan
VIVA Metro – Ibu Kota Jakarta seperti pada umumnya kota-kota besar di dunia dan terutama di Indonesia tentunya dilalui oleh sungai. Sungai sendiri memiliki banyak fungsi seperti drainase pengurai banjir hingga jalur transportasi.
Pada awal perkembangannya sungai di Jakarta memang menjadi urat nadi kehidupan warga, tetapi kondisinya sudah berubah. Selain itu, keberadaan sungai juga dapat mendukung perkembangan suatu wilayah sehingga akhirnya berubah menjadi kota besar.
Di Jakarta sungai-sungai yang melintasi kota ini disebut dengan panggilan kali. Nah, penasaran nama sungai apa saja yang membelah melewati Kota Jakarta, simak ulasan yang Viva berikan sebagai berikut.
1. Kali Ciliwung
Foto udara aliran Sungai Ciliwung di kawasan Gedong, Pasar Rebo, Jakarta, Kamis, 7 Februari 2019.
- ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Ci Liwung, atau biasa ditulis Ciliwung adalah salah satu sungai terpenting di Tatar Pasundan, Pulau Jawa, Indonesia. Sungai ini karena melalui wilayah ibu kota, terutama DKI Jakarta, dan kerap menimbulkan banjir tahunan di wilayah hilirnya.
2. Kali Angke
Kali Angke
- @bpbdjakarta
Kali Angke atau Cikeumeuh adalah nama sebuah sungai di Jakarta, Indonesia. Sungai sepanjang 91,25 kilometer (56,70 mi) ini berhulu di daerah Bogor, melintasi wilayah Jawa Barat, Banten dan Jakarta bermuara di Laut Jawa dekat Muara Angke, Jakarta Barat serta melalui Cengkareng Drain.
3. Kali Baru Barat
Kali Baru Cibinong yang disulap jadi wisata oleh Karang Taruna Cibinong.
Kali Baru Barat adalah sungai yang mengalir di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan menjadi bagian dari Pengendalian Banjir dan Perbaikan Sungai Ciliwung Cisadane. Mengalir melintasi antara lain kecamatan Pancoran dan Tebet, Jakarta Selatan.
Kali Baru Barat termasuk drainase yang mengalirkan air ke Banjir Kanal Barat. Sungai ini adalah satu dari dua yang digali dari hulu Ciliwung di Katulampa dan Kali Cisadane.
pada abad ke-18, atas perintah Gubernur Jenderal VOC Gustaaf Willem van Imhoffyang saluran saluran merancang itu sebagai jalur pengangkutan hasil panen dari pedalaman Bogor menuju Batavia, di mana Jejak proyek transportasi udara yang masih tersisa, yakni Kali Baru Barat dan Kali Baru Timur.
Meskipun Kali Baru Barat dan Kali Baru Timur adalah sungai buatan atau tidak alami, kedua saluran ini merupakan bagian dari 13 sungai yang mengalir melintasi Ibu Kota.