Sopir Tewas Ditusuk, Begini Respons Transjakarta

Ilustrasi lokasi penganiayaan
Sumber :
  • VIVAnews/ Zahrul Darmawan.

VIVA Metro – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) angkat bicara terkait seorang sopir yang tewas ditusuk di Ciracas, Jakarta Timur, Selasa, 22 November 2022 malam. 

img_title 20 Rute Transjakarta Beroperasi Mulai Pukul 10.00 WIB saat Jakarta Running Festival Hari Kedua Besok

Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan, Anang Rizkani Noor menyebutkan, saat ini pihaknya masih menunggu investigasi dari pihak kepolisian. “Kita masih tunggu laporan dari pihak kepolisian,” kata Anang kepada wartawan, Rabu, 23 November 2022.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Anang mengungkapkan kejadian penusukan itu terjadi di luar jam kerja sopir tersebut. Meski begitu, ia enggan mengambil keputusan sendiri terkait tewasnya sopir bus Transjakarta tersebut. “Peristiwa itu kan di luar pekerjaannya, jadi itu ketika beliau pulang dan ada kejadian. Kita belum bisa memprediksi atau mengambil kesimpulan apa yang terjadi,” katanya.

img_title Ada Jakarta Running Festival, 8 Rute Transjakarta Beroperasi Pukul 09.00 WIB-Sejumlah Rute Dialihkan

Ilustrasi penganiayaan.

Photo :
  • www.pixabay.com/bykst

Anang memastikan, pihaknya akan menemui keluarga korban yang merupakan pramudi dari Mayasari untuk menyampaikan belasungkawa. “Pasti, Transjakarta akan menemui keluarga korban dan menyatakan duka cita,” ujarnya. 

img_title Anggota DPR: Tagline Polisi Bersama Masyarakat Telah Diterapkan Secara Serius

Lebih lanjut, Anang menegaskan akan mengevaluasi beberapa hal dalam pihak Transjakarta terkait adanya peristiwa tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang pria bernama Randi Pramono meregang nyawa di Jalan Raya Bogor, Ciracas, Jakarta Timur (Jaktim). Korban ditemukan tergeletak tak bernyawa di depan kantor Direktorat Standaisasi dan Pengendalian Mutu, Selasa, 22 November 2022 malam. 

Ilustrasi/Korban pembunuhan

Photo :
  • VIVA.co.id/Zahrul Darmawan

"Korban Randi Pramono berumur 31 tahun," ujar Kapolsek Ciracas, Komisaris Polisi Jupriono kepada wartawan, Rabu, 23 November 2022.

Usut punya usut, sebelum ditemukan tewas, korban sempat terlibat cekcok dengan seseorang di sana. Hal itu diungkapkan dua orang saksi yang dimintai keterangannya oleh polisi. Awalnya mereka tidak ribut tapi mengobrol biasa.

"Dua saksi melihat adanya dua orang naik motor berhenti di TKP (Tempat Kejadian Perkara). Lalu saksi melihat kedua orang tersebut yang tadinya seperti orang sedang ngobrol tetapi lama-lama terjadi ribut antara mereka berdua," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lebih lanjut, dia mengatakan, kemudian dua orang saksi ini kembali melanjutkan perjalanan. Lalu, mereka lewat sana lagi untuk pulang. Namun, saat melintasi lokasi, mereka mendapati korban jatuh tergeletak tanpa ada sosok orang yang tadi ribut dengannya.

"Korban sudah tergeletak dengan luka tusuk di dada sebelah kanan dan diduga korban sudah meninggal dunia," katanya. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut