Mario Dandy di-DO Universitas Prasetiya Mulya, PSI: Lapas Mungkin Lebih Cocok Jadi Kampusnya

Mario Dandy Satriyo, anak pejabat Ditjen Pajak yang menjadi tersangka penganiayaan.
Mario Dandy Satriyo, anak pejabat Ditjen Pajak yang menjadi tersangka penganiayaan.
Sumber :
  • VIVA/Zendy Pradana

VIVA Metro – Masyarakat banyak mengecam tindakan yang dilakukan Mario Dandy Satriyo anak salah satu pejabat Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Selatan menganiaya salah satu anak dari pengurus GP Ansor bernama David

Kini, Mario Dandy telah di-drop out (DO) dari kampusnya yaitu Prasetiya Mulya. Pihak kampus menilai tindakan yang dilakukan Mario Dandy bertentangan dengan kemanusiaan dan melanggar kode etik dan peraturan yang tercantum dalam Buku Pedoman Mahasiswa Universitas Prasetiya Mulya.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia, Furqan AMC menilai lebih baik yang menjadi kampus Mario Dandy adalah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

"Jika mahasiswa seperti Dandy tidak berhasil dididik di kampus, sepertinya Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) lebih cocok jadi kampusnya," kata Furqan dalam keterangannya, Dikutip Minggu, 26 Februari 2023.

Menurut Furqan, tindakan penganiayaan terhadap anak di bawah umur tersebut jelas tidak dapat ditolerir. Furqan juga mengapresiasi langkah pihak kampus Prasetiya Mulya yang mengambil keputusan tegas untuk mengeluarkan Mario Dandy.

"Tentunya kampus Prasetia Mulya punya pertimbangan matang dengan pendalaman informasi yang cukup untuk mengambil keputusan mengeluarkan Mario Dandy Satriyo," tuturnya.

Halaman Selanjutnya
img_title