Viral, Gelandangan Pengemis Punya Cek Rp 1,3 Miliar

Cek senilai Rp 1 miliar.
Sumber :
  • VIVA/Muhammad AR.

VIVA Metro – Seorang gelandangan yang berprofesi sehari-hari sebagai pengemis di Kota Bogor viral di media sosial. Pengemis bernama Tini itu mengantongi uang dan cek senilai Rp 1,3 miliar hingga Surat Tanda Nomor Kendaraan.

img_title Awal Mula Rumor Haji Isam Akuisisi BCA, Ini Jejak Kabar yang Beredar Sejak September

Video tersebut diunggah akun instagram @lambe_turah. "UMR Lewaaaatt," tulis akun tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam video tersebut terlihat petugas DInas Sosial Bogor memeriksa uang, STNK dan identitas Tini. "Mana ceknya. Satu miliar tiga ratus lima puluh juta," kata Petugas.

img_title BCA Siapkan Rp5 Triliun untuk Buyback Saham, Rp3,5 Triliun Sudah Terpakai

"Kalah nih kita pak Kabid," timpal petugas perempuan yang memeriksa Tini.

Ilustrasi jenis pecahan uang

Photo :
  • vstory

img_title BCA Tegaskan Karyawan Tak Boleh Beli Saham BBCA Selama Periode Buyback

Pengemis tersebut bernama Tini.  Tini diterjaring petugas penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) Satpol PP dan Dinas Sosial Kota Bogor, Kamis 27 April 2023. Tini ditemui di kolong jembatan Panaragan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. 

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Kota Bogor, Dodi Wahyudin, menyampaikan Tini sudah menjadi langganan berulang kali ditangkap petugas. Namun kali ini Tini membuat petugas yang mengintrogasi terkejut. Sebab, dari barang babwaanya ditemukan cek senilai Rp 1.350.000.000.

"Ada juga 2 STNK sepeda motor, salah satunya Honda 150 cc," ujar Dodi kepada wartawan.

Namun demikian, kata Dodi, pihak Dinsos tidak bisa memastikan keaslian  cek tersebut. Tertera cek dikeluarkan  Bank BCA cabang Antasari Samarinda. 

"Ada kemungkinan juga dia cuma nemu di jalan, kan kadang dia suka memulung juga. Tertera juga tahun dan tanggalnya sudah kedaluarsa," ucapnya. 

Selain Cek, petugas menemukan uang hasil mengemisnya sebesar Rp 1,8 juta selama Ramadan dan lebaran. Tini sendiri, kata Dodi, merupakan warga Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor.

Penanganan Tini sendiri, kata Dodi, saat ini Tini akan dibina dan ditampung sementara di Rusunawa milik Pemkor Bogor. Sehingga, Tini  mampu hidup mandiri dan tidak mengandalkan hidup dari mengemis. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami bersama dinas lain memang menyediakan fasilitas kesehatan, sekolah gratis dan sembako untuk bantalan kebutuhan sehari-hari," kata Dodi.

Dinsos mengimbau agar warga  tidak sembarangan memberikan bantuan langsung kepada pengemis yang ada di pinggir jalan. Sebab, itu membuat para pengemis betah dan menjadikan mengemis sebagai profesi mereka. Dan lebih baik bersedekah melalui lembaga dan panti asuhan. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut