2.432 Polisi Kawal Demo Buruh Hari Ini

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Komarudin.
Sumber :
  • VIVA/Sherly (Tangerang)

VIVA Metro – Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Pol Komarudin mengatakan sebanyak 2.432 personel diturunkan untuk mengamankan demo buruh pada Senin, 5 Juni 2023. Adapun demo buruh tersebut bakal berlangsung di depan gedung Mahkamah Konstitusi, kawasan Patung Kuda Monas dan Istana Negara.

img_title Airlangga Tegaskan Jam Kerja Tetap 40 Jam, Usulan 45 Jam Pengusaha Ikuti Aturan

"Seluruhnya hari ini total 2.432 personel yang diturunkan, termasuk yang di Monas ya," kata Komarudin kepada wartawan, Senin, 5 Juni 2023.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Komarudin menyampaikan arus lalu lintas sementara saat ini terpantau padat. Sejumlah elemen buruh terlihat memadati kawasan menuju Patung Kuda, Monas. 

img_title Sering Belok Mendadak? Siap-siap Kena Tilang Rp250 Ribu

"Arus lalu lintas sementara karena mereka baru datang ya, ada sedikit kepadatan jadi kita alirkan menuju jalur busway, kemudian exit tol yang depan pulau dua kita tutup diluruskan dulu, sampai nanti kita tata dahulu sekiranya sudah bisa kita alirkan baru kita alirkan," katanya.

img_title Ngeri! Nenek di Tulungagung Tewas Terbakar Usai Bakar Daun Jati, Polisi Temukan Barbuk Ini

Pihak Komarudin juga sedang melakukan pengalihan arus lalu lintas di kawasan Jalan Medan Merdeka Barat. "Saat ini sedang proses pengalihan, merdeka barat kita alihkan, dua arah," pungkasnya.

Sebagai informasi, Partai Buruh dan organisasi serikat buruh menyatakan, akan menggelar aksi unjuk rasa pada Senin, 5 Juni 2023 di depan Kantor Mahkamah Konstitusi dan Istana Negara, Jakarta. Aksi itu dilakukan sebagai tuntutan agar UU Cipta Kerja Nomor 6 Tahun 2023 dapat dicabut.

Presiden Partai Buruh, Said Iqbal mengatakan, aksi ini melibatkan ribuan buruh se-Jabodetabek. Melibatkan 4 konfederasi besar, 60 federasi, serikat petani, dan berbagai elemen kelas pekerja yang lain.

“Aksi ini dilakukan bertepatan dengan sidang kedua uji formil judicial review terhadap omnibus law UU Cipta Kerja Nomor 6 Tahun 2023. Jadi isu utama yang akan kami usung adalah Cabut omnibus law UU Cipta Kerja,” ujar Said dalam keterangan Minggu, 4 Juni 2023.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Said menegaskan, selain menyuarakan pencabutan UU Cipta Kerja. Dalam aksi 5 Juni, para buruh juga akan menyuarakan tolak RUU Kesehatan.

“Terkait dengan penolakan terhadap RUU Kesehatan, beleid ini berpotensi menyebabkan komersialisasi terhadap layanan kesehatan. Di mana RUU ini mengatur mengenai urun biaya. Jadi ada beberapa penyakit yang biayanya tidak sepenuhnya ditanggung BPJS Kesehatan, yang tentunya akan memberatkan pasien. RUU Kesehatan hanya melindungi rumah sakit dan membuka ruang komersialisasi medis,” jelasnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut