Tokoh Nasional di Tangerang Selatan Berkumpul

Burhanuddin Muhtadi
Burhanuddin Muhtadi
Sumber :
  • Antara/ Widodo S Jusuf

VIVAnews - Jaringan Pemilih Tangerang Selatan menggelar Kongres yang dijadikan landasan mengajak masyarakat di kabupaten hasil pecahan Tangerang ini untuk memilih kepala daerah secara bijak. Kongres ini diadakan di Pulau Situ Gintung, Tangerang Selatan, Minggu 1 Agustus 2010.

Pertemuan elemen masyarakat Tangerang Selatan ini dihadiri sejumlah tokoh nasional, tokoh Tangerang Selatan, akademisi perguruan tinggi se-Tangerang Selatan, perwakilan 54 kelurahan se-Tangerang Selatan, mahasiswa Tangerang Selatan dan lain-lain. Hasil kongres ini, kata Burhanuddin Muhtadi, salah seorang inisiator, membuat cetak biru komitmen yang akan diserahkan kepada bakal calon Bupati Tangerang Selatan.

"Ada sembilan komisi yang membicarakan berbagai masalah yang ada di Tangerang Selatan," kata Burhan yang juga peneliti senior di Lembaga Survei Indonesia itu.

Dia menjelaskan masyarakat Tangerang Selatan menginginkan tata ruang menjadi prioritas masalah yang harus diselesaikan oleh para bakal calon kepala daerah nantinya. "Kami tidak ingin lagi terjadi musibah seperti yang lalu," kata Burhan. Setahun lalu, wilayah Situ Gintung mengalami musibah air bah. Bendungan tak kuat menampung karena diduga kurangnya resapan air.

Memperbanyak resapan air adalah salah satu rekomendasi yang diusung oleh kongres ini. "Situ-situ diperbanyak jangan sampai seperti sekarang," kata dia.

Adapun masalah kemacetan pun menjadi perhatian utama. Burhanuddin mengatakan agar kepala daerah terpilih nantinya dapat memberikan solusi yang nyata. "Kami ingin agar kepala daerah dapat menyediakan transportasi yang terinterkoneksi dengan tujuh kecamatan yang ada di Tangerang Selatan," kata dia.

Rencananya, hasil kongres ini akan dilanjutkan kepada Kelompok Kerja yang merumuskan lebih lanjut rekomendasi. Hasilnya akan dijadikan sebagai bahan untuk debat calon kepala daerah. Debat itu dijadwalkan pada akhir Agustus atau awal September 2010.

Ia berharap hasil ini dapat menjadi percontohan bagi pelaksanaan pilkada di seluruh Indonesia. "Selama ini kita tahu Pilkada berasal dari atas ke bawah. Ini kebalikannya, di mana aspirasi masyarakat menjadi fokus utama," kata lulusan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah itu.

Perkumpulan ini diprakarsai pula oleh lebih dari 50 tokoh nasional seperti Komaruddin Hidayat, Rachland Nashidik, Prof Dr Azyumardi Azra, Saiful Mujani, dan Ray Rangkuti. Mereka semua berdomisili atau bekerja di Tangerang Selatan. (hs)