Pengedar Uang Palsu Incar Pemudik

Uang Palsu
Uang Palsu
Sumber :
  • ANTARA/Andika Wahyu

VIVAnews - Sindikat pengedar uang palsu mulai merambah pemudik. Di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, hari ini, uang palsu pecahan 100 ribu beredar, Minggu, 5 September 2010.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP A Rachmad Wibowo, meminta kepada calon pemudik yang menggunakan kapal laut serta ABK jangan mudah tergiur dengan tawaran jasa penukaran uang.
 
"Pelaku mengedarkan uang tersebut menawarkan kepada anak buah kapal (ABK) dan para pemudik dengan cara menukar dengan jumlah lebih besar," kata Kapolres, Minggu 5 September 2010. 

Tentu saja, hal ini menimbukan kecurigaan. Sehingga banyak pemudik yang mengadukan hal ini ke petugas. Dengan cepat, petugas meringkusnya. Teuku Alamsyah, seorang pelaku pengedar uang palsu di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, langsung ditangkap.

Dari tangan tersangka, petugas menyita Rp 19.800.000 upal beserta satu motor B 6252 PLR. "Kami dapat laporan pelaku mau transaksi di atas kapal, tapi ABK-nya sendiri tidak kami temukan, sebab pelaku keburu ditangkap," katanya.

Dalam pengakuannya, tersangka Teku Alamsyah mendapatkan upal tersebut dari Ade, warga Ciawi, Bogor, sebesar Rp 20 juta pecahan Rp 100 ribuan.

"Saya tukar seratus ribu, dapat empat ratus ribu. Lalu saya jual lagi seratus ribu jadi tiga ratus ribu uang palsu," ujar tersangka saat diperiksa di ruang Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Namun pelaku mengaku baru pertama kalinya mengedarkan uang palsu untuk pemudik. Namun, penyidik Reskrim Polres Pelabuhan tidak mempercayainya, sebab gerak-gerik maupun uang yang dibawanya cukup besar. "Hasil pemeriksaan, pelaku diyakini bagian dari jaringan pengedar uang palsu," tuturnya.

Laporan Arnes Ritonga