Soal Atasi Banjir, Ini Klaim Fauzi Bowo

Menteri Agung Laksono & Gubernur Jakarta Fauzi Bowo susuri Sungai Ciliwung
Menteri Agung Laksono & Gubernur Jakarta Fauzi Bowo susuri Sungai Ciliwung
Sumber :
  • Antara/ Salis Akbar

VIVAnews - Hari ini, Kamis 7 Oktober 2010, persis tiga tahun Fauzi Bowo menjadi Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Selama tiga tahun pemerintahannya, tak terhitung kali banjir menimpa Jakarta.

Fauzi Bowo, dalam blognya yang dipublikasikan pada Rabu kemarin, menyatakan fenomena banjir di Jakarta telah berusaha dikendalikan. Secara geografis, 40% wilayah Jakarta berada di bawah permukaan air laut dan dilalui 13 sungai besar, maka banjir adalah fenomena tersendiri yang perlu dicermati penanganannya.

Pemprov DKI Jakarta terus berupaya untuk melakukan pengendalian, baik secara struktural maupun non struktural. Pemprov DKI telah merencanakan program tiga tahap berupa normalisasi sungai yaitu pengerukan 13 kali, pengerukan 56 saluran air, pembangunan pengendalian banjir di 18 lokasi, dan pembuatan saluran terowongan penghubung Kanal Banjir Barat dan Kanal Banjir Timur, rehabilitasi waduk dan situ serta pembangunan Waduk Pluit.

"Tepat akhir tahun lalu, pembangunan saluran KBT selesai dan akhirnya berhasil tembus ke laut Jawa sehingga mampu mengurangi genangan di sejumlah tempat di Jakarta Utara dan Jakarta Timur."

Pemprov DKI mengalokasikan dana yang cukup besar yaitu Rp1,677 triliun di tahun 2010 ini untuk membiayai sejumlah program pengendalian banjir.

Program-program tersebut antara lain peningkatan fungsi KBT, program normalisasi sungai dan saluran, penataan waduk dan situ serta optimalisasi polder, pembangunan sarana dan pra sarana pengendali banjir yang diharapkan mampu mengurangi jumlah area tergenang dan waktu lama genangan.

Untuk menanggulangi kenaikan muka air laut dan mencegah intrusi air laut Pemprov DKI sedang merancang pembangunan sea wall atau tanggul laut. Di tahun 2010 ini, sebanyak 33 genangan juga akan diatasi. (adi)

Simak juga: