Soal Lingkungan, Ini Klaim Sukses Fauzi Bowo

Fauzi Bowo & Menteri Perubahan Lingkungan Inggris, Joan Ruddock, naik bajaj BBG
Fauzi Bowo & Menteri Perubahan Lingkungan Inggris, Joan Ruddock, naik bajaj BBG
Sumber :
  • Antara/ Yudhi Mahatma

VIVAnews - Setelah mengklaim sukses di bidang transportasi, pendidikan dan mengatasi banjir, Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta Fauzi Bowo juga melansir tiga program utama di bidang lingkungan. Fauzi Bowo melansirnya menjelang tiga tahun memimpin Jakarta.

Pertama, mengenai pengelolaan sampah terpadu, dilakukan dengan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Regional dan Intermediate Treatment Facilities (ITF) dalam kota, kerjasama dengan mitra swasta untuk swastanisasi kebersihan, penerapan 3R, pengadaan sarana kebersihan dan pengelolaan air limbah.

Saat ini pengelolaan sampah terpadu tahun 2010 dilakukan di beberapa tempat yakni kegiatan di TPST Bantar Gebang yang berkapasitas 4.500 ton/hari, TPST Ciangir 1.500 ton/hari, Pusat Daur Ulang Komposting (PDUK) Cakung-Cilincing 700 ton/hari (300 ton untuk kompos).
  
Kedua, untuk penanggulan polusi udara dilakukan beberapa program yakni pembangunan ruang terbuka hijau melalui pembebasan lahan untuk beberapa kota dan pengalihan fungsi kembali untuk ruang terbuka hijau. Tahun 2007 seluas 56.363 m2, tahun 2008 seluas 579 m2, tahun 2009 seluas 104.315 m2, ditambah dua lokasi jalur hijau seluas 7.560 m2. Sedangkan pengalihan fungsi untuk RTH pada tahun 2007 sebanyak dua lokasi SPBU seluas 2.890 m2 dan tahun 2010 sebanyak 13 lokasi SPBU seluas 17.464 m2.

Selain itu penanggulangan polusi udara juga dilakukan melalui pembangunan gedung ramah lingkungan (green building), dan pengurangan emisi 30% melalui penyelenggaraan Hari Bebas Kendaraan Bermotor sebanyak 2 kali sebulan dan penggunaan bahan bakar gas untuk angkutan umum dan kendaraan operasional. 

Dampaknya, jika pada hari biasa atau hari kerja, parameter pencemaran debu (PM10) sebesar 74,59%, saat hari bebas kendaraan berlangsung turun menjadi sebesar 48,93%. Kemudian, parameter Karbon Monoksida (CO) jika di hari biasa sebesar 79,95%, saat digelar hari bebas kendaraan turun menjadi 48,94%. Sedangkan, parameter Nitrogen Monoksida (NO) jika di hari biasa mencapai 81,77%, saat hari bebas kendaraan turun menjadi 47,71%. 

Ketiga, soal pengurangan penggunaan air tanah dalam, tetap mendapatkan perhatian serius. Adapun pelaksanaan programnya yakni secara bertahap membatasi penggunaan air sumur dalam pada wilayah yang mampu dipenuhi oleh air perpipaan (PAM) dengan melakukan program Zero Deep Well.

Kemudian melakukan pengisian air tanah dengan membangun sumur injeksi sebanyak 4 titik dengan  kedalaman 70-250 m, membangun sumur resapan sebanyak 83.064 buah, membuat lubang resapan biopori sebanyak 767.418 titik, mempertahankan situ sebagai tampungan air, memperketat perijinan sumur dan pembatasan pengambilan air tanah maksimum.

Mulai September 2010 pemprov DKI juga menaikkan pajak air tanah lebih mahal dari air perpipaan (PAM) sesuai dengan peraturan Gubernur No.37 Tahun 2009 tentang nilai perolehan air sebagai dasar pengenaan pajak pengambilan dan pemanfaatan air tanah.

Baca juga:

- Klaim Fauzi Bowo di Bidang Transportasi

- Klaim Fauzi Bowo di Bidang Pendidikan

- Klaim Fauzi Bowo dalam Atasi Banjir