Bertemu Pramono, Ahok Bantah Ditawari Jabatan Dirut hingga Komisaris

Eks Gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok
Sumber :
  • Yeni Lestari/VIVA

Jakarta, VIVA – Eks Gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok membantah dirinya mendapatkan tawaran jabatan sebagai direktur utama (dirut) maupun komisaris.

img_title Pesan Ade Jona Prasetyo ke Pengurus Baru Akuatik DKI: Jangan Bikin Malu Nama Jakarta!

Hal itu ditegaskan Ahok usai dirinya menemui Gubernur Jakarta, Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu, 20 Agustus 2025.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Enggak lah, free man aku," kata Ahok kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta.

img_title Pramono Anung Ancam Ganti Ketua KONI Jakarta jika Gagal Juara Umum PON 2028

Ahok menilai waktunya akan terbatas dan tidak leluasa jika menduduki jabatan komisaris. Bahkan, Ahok menyebut dirinya akan susah ke luar negeri jika terikat dengan sebuah perusahaan.

"Waktunya juga susah, saya banyak jadi pembicara keliling kan. Kadang mau ke luar negeri, kemana, kalau kita terikat satu PT agak susah," tutur dia.

img_title Resmi Pimpin Akuatik DKI Jakarta, Ade Jona Prasetyo Pasang Target Ambisius di PON 2028

Adapun dalam pertemuan itu, Ahok menjelaskan, dirinya dan Pramono membicarakan banyak isu strategis mulai dari evaluasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), digitalisasi pembayaran dan pelayanan publik, dan peningkatan kualitas pendidikan di Jakarta.

Ahok dalam kesempatan itu juga turut berdiskusi mengenai isu kenaikan PBB. Menurut dia, kenaikan PBB tidak boleh melebihi nilai jual objek pajak (NJOP) dari harga pasar.

"Saya bilang, prinsipnya kan tidak boleh NJOP itu melampaui harga pasar," kata Ahok.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Ahok, jika ekonomi melemah dan harga properti semakin turun maka PBB juga harus mengalami penurunan. Dia kembali menegaskan bahwa PBB tidak boleh melebihi NJOP.

"Kalau tahun depan, kalau tahun depan ekonomi tambah payah nih. Berarti harga properti kan tambah turun, kalau tambah turun mungkin beberapa PBB yang sudah lebih tinggi NJOP-nya deh dari harga pasar harus turun," jelasnya. 

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo

Fasilitas di NTB dan NTT Belum Lengkap, Pramono Anung: Jakarta Siap Bantu Gelar PON 2028

Pramono Anung mengungkap kesepahaman dengan Menpora serta gubernur NTB dan NTT. Jakarta siap menjadi tuan rumah pendukung PON 2028 jika fasilitas belum tersedia.

img_title
VIVA.co.id
29 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut