Pramono Ungkap Alasan KJP Plus Tak Cair Tiap Bulan

Gubernur Jakarta Pramono Anung membuka Job Fair di Jakarta Timur
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, VIVA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menjelaskan alasan belum bisa melakukan pencairan bantuan sosial untuk pendidikan yang disalurkan melalui Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus setiap bulan.

img_title Pramono Segera Putuskan soal Usulan 76 Taman di Jakarta Dibuka 24 Jam

"Jadi problemnya adalah, kan ini pendataannya selalu dinamis. Kayak kemarin ada 88 ribu yang lulus, kemudian ada yang 87 ribu yang baru," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pencairan dana KJP

Photo :
  • ANTARA/Lia Wanadriani Santosa

img_title Pramono Mau Rapat di 44 Kecamatan Jakarta Mulai November, Untuk Apa?

Perubahan-perubahan inilah yang kemudian dilakukan penyempurnaan. Karena itu, dalam pendataan penyaluran KJP Plus, Pemprov DKI secara berkala melakukan pemutakhiran data penerima.

Siswa yang tak lagi memenuhi syarat penerimaan bantuan sosial (bansos) pendidikan tersebut akan dicoret.

img_title Soal Insentif Rp1 Triliun untuk Pemda Berprestasi, Wamendagri Bima Arya Ungkap Fakta Sebenarnya

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kini melakukan pencairan KJP setiap enam bulan sekali. Kendati demikian, Pramono memastikan pencairan tidak melewati batas waktu yang ditargetkan.

"Yang jelas, saya tetap meminta kepada jajaran pendidikan untuk jangan terlambat. (Pencairan KJP tahap ke-2 2025) ini tidak terlambat, sesuai dengan waktu yang kita tentukan," katanya.

Bulan ini, Pemprov DKI Jakarta mulai menyalurkan KJP Plus tahap ke-2 tahun 2025 untuk penyaluran bulan Juli hingga Desember.

Anggaran yang digelontorkan mencapai Rp1,61 triliun yang disalurkan kepada 707.513 peserta didik. Jumlah tersebut terdiri dari 622.157 kelanjutan dari penerima tahap pertama serta 85.356 penerima baru.

Penyaluran KJP plus tahap I 2025 (Dok. Humas Bank DKI)

Photo :
  • VIVA.co.id/Rahmat Fatahillah Ilham

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Adapun rincian anggaran berdasarkan jenjang pendidikan untuk SD atau MI sebanyak 337.514 penerima dengan anggaran kurang lebih Rp543 miliar. Untuk SMP/MTS sebanyak 191 ribu penerima dengan anggaran kurang lebih Rp415 miliar.

Kemudian untuk SMA atau MA sebanyak 60 ribu penerima dengan anggaran Rp211 miliar dan SMK sebanyak 112 ribu penerima dengan anggaran Rp436 miliar. Sedangkan SLB 281 penerima dengan anggaran Rp6,33 miliar serta SKB sebanyak 2.692 peserta dengan anggaran Rp4,84 miliar. (ANTARA)

Presiden Prabowo dalam Peresmian SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi, Jawa Barat.

Prabowo Sebut Pendidikan Butuh Investasi yang Besar, Akui Korupsi Sesungguhnya Awal Kehancuran Bangsa

Prabowo menegaskan pendidikan berkualitas membutuhkan investasi besar, guru hebat, serta pengelolaan sumber daya negara yang bersih dari korupsi dan penyelewengan.

img_title
VIVA.co.id
31 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut