Puluhan Anak Kena ISPA Diduga Terdampak Uji Coba RDF Plant Rorotan

Ilustrasi penyakit ISPA (infeksi saluran nafas akut).
Sumber :
  • Freepik/freepik

Jakarta, VIVA – Sebanyak 20 anak yang berdomisili RT 18 Cakung Timur mengalami sakit yang diduga terdampak uji coba operasional Refuse-Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan yang menghasilkan pencemaran udara di sekitar kawasan tersebut.

img_title Terungkap! Peran Ibu Kandung dan Ayah Tiri dalam Pembunuhan Bayi 20 Bulan di Toilet Umum Pasar Kebayoran Lama

“Betul ada 20 orang warga saya yang mengalami beragam penyakit terkait udara. Itu baru warga RT saya, belum dari wilayah lain,” kata Ketua RT 18 Cakung Timur Wahyu Andre Maryono di Jakarta, Senin.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut dia, puluhan anak itu mengalami sakit sepanjang Oktober 2025 setelah adanya uji coba RDF Plant Rorotan.

img_title Terungkap! Cara Keji Ibu Kandung dan Ayah Tiri Habisi Bayi 20 Bulan di Toilet Umum Pasar Kebayoran Lama

“Saya melakukan pendataan dan warga ini tercatat mengalami sejumlah penyakit,” kata dia.

Penyakit yang dialami puluhan anak itu mulai dari sakit mata, batuk pilek, muntah, dan Inspeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).

img_title Fakta Mengerikan Ditemukan Polisi di HP Dwi Bagus, Pembunuh Istri Siri dan Anak di Madiun

Adapun 20 anak itu, yakni NT (4) batuk pilek dan sakit mata, KN (2) sakit mata dan batuk pilek, YN (7 bulan) muntah dan batuk pilek, AX (9) mata merah, KN (7) sakit mata, IR (6) batuk pilek berlarut, MTW (9) batuk pilek, RY (5) batuk, RS (4) batuk, AYK (6) batuk pilek.

ARK (3,5) batuk pilek, DR (9) batuk, JS (7) batuk, KY (2) ISPA, ARH (7 bulan) batuk pilek, KL (2) batuk, AQL (4), AD (7) ISPA, MS (3) ISPA dan mata merah, KP sakit mata dan batuk pilek.

“Ada lima orang yang hingga hari ini masih dalam kondisi sakit,” kata Wahyu.

Ia mengatakan warga tersebut sebagian besar menjalani pengobatan mandiri dan ada juga yang berobat ke rumah sakit. “Kami minta ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah karena warga yang mengalami dampaknya,” kata dia.

Sebelumnya, warga dari sejumlah perumahan di Jakarta Timur meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menghentikan operasional Refuse-Derived Fuel (RDF) Palnt Rorotan yang tidak mampu memenuhi Standar Operasi Prosedur (SOP), sehingga berdampak bagi lingkungan dan kesehatan warga.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami mendesak agar RDF Plant Rorotan ditutup atau berhenti beroperasi demi menjaga kesehatan, kenyamanan, dan kualitas lingkungan hidup warga,” kata Wahyu.

Ia mengatakan berdasarkan fakta di lapangan ditemukan adanya pelanggaran SOP dan janji terkait operasional. Pihaknya meminta agar pengelola RDF Plant Rorotan untuk memperbaiki seluruh SOP dan menepati janji yang disepakati saat uji coba RDF Plant, mulai dari menutup rapat pintu gudang atau pabrik saat bongkar muat dan penyimpanan sampah untuk menahan penyebaran bau.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut