Penanganan Banjir di Jakarta Dikritik, Begini Respons Pramono

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Planetarium Taman Ismail Marzuki (TIM)
Sumber :
  • Yeni Lestari/VIVA

Jakarta, VIVA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menjawab kritik terkait penanganan banjir di ibu kota yang dinilai kurang maksimal.

img_title 43 Desa Terendam Banjir di Aceh Barat, Sejumlah Akses Jalan Ikut Terdampak

Adapun kritik tersebut disampaikan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jakarta yang menilai bahwa Pramono hanya menyalahkan curah hujan yang tinggi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ilustrasi cuaca mendung

Photo :
  • VIVA.co.id/Andrew Tito

img_title Banjir Terjang Tiga Kecamatan di Aceh Barat, 12 Desa Terdampak

“Yang kami tangani dengan modifikasi cuaca ini kan memang bersifat jangka pendek karena cuacanya ini kan 'given', bukan kita yang membuat," ungkap Pramono saat dijumpai di Balai Kota, Jumat, 23 Januari 2026.

Cuaca ekstrem ini alam yang memberikan sehingga dengan demikian pihaknya menangani dampaknya.

img_title Semeru Masih Siaga, Getaran Banjir Lahar Berlangsung Hampir 4 Jam

Pramono mengatakan bahwa dirinya juga tak mengulangi metode gubernur sebelumnya dalam mengatasi banjir dan cuaca ekstrem di Jakarta.

Selain melakukan modifikasi cuaca sebagai solusi jangka pendek, ia juga melakukan normalisasi kali. Misalnya, Kali Ciliwung, Kali Krukut hingga Kali Cakung Lama yang baru ia tinjau pada Jumat pagi.

“Dan ini memerlukan biaya yang cukup tinggi dan itu saya akan lakukan. Ini pasti nggak populer, karena apa? Harus memindahkan masyarakat, harus menyiapkan rumah susun dan sebagainya dan pasti nanti di lapangan mau, tidak mau, suka tidak suka pasti ada singgungannya," katanya.

Kendati demikian, Pramono mengaku tak masalah mendapatkan kritik dari pihak manapun.

Ia berkomitmen akan tetap fokus berupaya menangani banjir di Jakarta baik jangka pendek maupun jangka panjang.

“Memang kalau teman-teman nggak mengritik itu menurut saya kurang, jadi saya memang ingin dikritik juga," kata Pramono.

Sebuah akun di media sosial (medsos) menilai Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) tak tepat karena menyalahi siklus alam.

Ilustrasi cuaca mendung

Photo :
  • VIVA.co.id/Andrew Tito

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam sebuah unggahan di akun Instagram @pulihkanjakarta, Pramono dikritik karena penanganan banjir melalui modifikasi cuaca dinilai keliru sejak dari logika dasar.

“Hujan adalah siklus alam, keberadaannya dibutuhkan makhluk hidup di darat. Ketika hujan diintervensi melalui modifikasi cuaca, dalam jangka panjang justru akan mengakibatkan masalah lingkungan hidup lain: kesuburan dan sumber daya tanah,” tulis akun tersebut.

Ilustrasi Logo Persija

Pramono Tegaskan JIS Bakal Tetap Jadi Kandang Persija Meski Dipakai Konser

Pramono memastikan Jakarta International Stadium (JIS) akan tetap menjadi kandang Persija Jakarta meski banyak gelaran konser yang akan digelar di lokasi tersebut.

img_title
VIVA.co.id
2 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut