Pramono Bakal Bahas Usulan Tarif TransJakarta Berlangganan Rp200.000 per Bulan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung
Sumber :
  • Yeni Lestari/VIVA

Jakarta, VIVA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan segera membahas usulan Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) terkait tarif Transjakarta dan Transjabodetabek.

img_title Pramono Ngaku Tak Tahu soal Usulan Tarif Parkir di Jakarta Naik Jadi Rp60.000 per Jam

Tak hanya itu, dia juga mengatakan akan mempertimbangkan usulan terkait skema berlangganan tarif Transjakarta sebesar Rp200.000 per bulan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Untuk usulan dari dewan transportasi, tentunya segera akan dikaji oleh Pemerintah DKI Jakarta. Saya sudah mendapatkan usulan tersebut,” kata Pramono di Jakarta Pusat, Selasa, 7 Juli 2026.

img_title Prabowo Bakal Resmikan LRT Rute Kelapa Gading-Manggarai 26 Agustus 2026, Pramono: Bakal Ubah Wajah Jakarta

Dia menuturkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera mengambil keputusan terkait penyesuaian tarif Transjakarta dan Transjabodetabek.

Selain itu, Pramono juga akan secepatnya memutuskan tarif Transjabodetabek rute Bandara Soekarno Hatta-Blok M.

img_title Jalur Sepeda di Jakarta Bakal Dihilangkan? Begini Kata Pramono

Saat ini, kata dia, tarif Transjabodetabek untuk rute tersebut masih dibahas bersama DPRD DKI Jakarta.

“Segera memang harus diambil keputusan, terutama untuk Transjabodetabek yang ke bandara, yang pada waktu itu saya janjikan dalam waktu tiga bulan akan kita umumkan. Ini sudah lebih dari tiga bulan,” ujar Pramono.

Sebelumnya, Ketua DTKJ Sugihardjo mengusulkan tarif berlangganan bus Transjakarta sebesar Rp200.000 per bulan agar ongkos pekerja yang menggunakan angkutan umum tersebut setiap hari menjadi lebih terjangkau.

Skema itu diusulkan bersamaan dengan rencana penyesuaian tarif reguler Transjakarta menjadi Rp5.000 untuk layanan BRT, non-BRT, dan mikrotrans yang terintegrasi.

Dengan skema tersebut, pengguna akan memperoleh potongan biaya, berbeda dengan tarif harian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perhitungan tarif langganan itu didasarkan pada asumsi pengguna melakukan perjalanan pulang pergi selama 25 hari kerja dalam satu bulan.

“Jadi, kalau orang yang bekerja hitungannya sehari sebulan 25 hari kerja, itu tarifnya mestinya kalau Rp5.000 berangkat, Rp5.000 pulang, udah Rp10.000. Kan jadi kali 25 hari berapa? Rp250.000," papar Sugihardjo. (Ant)

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat melakukan uji coba LRT rute Kelapa Gading-Manggarai

Tarif LRT Kelapa Gading-Manggarai Flat Rp 5 Ribu hingga Oktober 2026

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan tarif LRT Jakarta jalur Kelapa Gading-Manggarai akan tetap sebesar Rp5.000 pada masa awal operasional hingga Oktober 2026

img_title
VIVA.co.id
24 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut