Pramono Mau Bikin TransJakarta Via Jalur Udara
- Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden
Jakarta, VIVA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan pihaknya memang melakukan persiapan rencana Transjakarta jalur udara sejak dini sebagai solusi jangka panjang transportasi ibu kota.
“Karena bagaimanapun dalam jangka panjang pasti cepat atau lambat Jakarta sebagai kota megapolitan akan ada pengaturan transportasi udara,” jelas Pramono di Jakarta Selatan, Jumat (2/10/2026).
Menurut Pramono, transportasi jalur udara kini memang sedang tren di beberapa negara termasuk New York.
Untuk itu, Pramono ingin Jakarta juga melakukan persiapan untuk pengadaan transportasi udara melalui PT Transportasi Jakarta (Transjakarta).
“Apakah nanti helikopter atau apa pun yang sekarang sudah menjadi tren di beberapa negara-negara besar, termasuk kemarin pada saat saya ke New York, maka kita mempersiapkan itu di awal. Jangan sampai ketika sudah menjadi kebutuhan, baru perizinannya diurus, terutama perda yang berkaitan dengan itu,” jelas Pramono.
Selain mempersiapkan Transjakarta jalur udara, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga tengah mempersiapkan Transjakarta jalur laut menuju Kepulauan Seribu.
Sebelumnya, Pramono juga sudah menyebut Pemprov DKI Jakarta menyiapkan tambahan penyertaan modal untuk Transjakarta.
Dalam usulan perubahan tersebut, Pramono menyebutkan modal dasar TransJakarta direncanakan menjadi Rp13,4 triliun.
"Modal dasar TransJakarta ditingkatkan dari sebelumnya, Rp5,225 triliun menjadi Rp13,4 triliun," papar Pramono.
Tak sampai di situ, Pramono mengatakan nantinya Transjakarta akan melayani bukan hanya secara nasional, melainkan juga internasional.
Pemprov DKI Jakarta berharap perubahan bentuk dan penguatan kapasitas usaha TransJakarta dapat mendukung pengembangan layanan transportasi Jakarta hingga internasional.
"Sejalan dengan itu, wilayah usaha PT Transportasi Jakarta diperluas hingga skala nasional dan internasional guna membuka peluang replikasi pengalaman dan sistem transportasi yang telah di bangun di Jakarta," jelas Pramono. (Ant)